
Producers:
Bandai Visual, Dentsu, Kadokawa Shoten, Imagica, Tezuka Productions, TOHO, King Records
Awas! bisa jadi spoiler
Di sebuah kota megah yang dihuni oleh manusia dan robot, kesenjangan sosial kian melebar hingga titik nadir. Metropolis menjadi pusat teknologi yang berkilau, namun menyimpan rahasia kelam di baliknya. Ketegangan antara dua kelompok ini memicu kekacauan besar.
Seorang detektif swasta bernama Shunsaku Ban datang ke kota tersebut untuk menyelidiki kasus kriminal. Ia tak sengaja bertemu dengan sosok misterius yang terperangkap dalam intrik politik yang berbahaya, di mana teknologi canggih menjadi senjata utama.
Gadis robot bernama Tima muncul sebagai kunci rahasia yang dicari oleh banyak pihak. Kehadirannya memicu perdebatan eksistensial tentang batas antara mesin dan manusia. Hubungan mereka tumbuh di tengah pengejaran yang sangat mendebarkan di kota itu.
Sementara itu, Rock yang penuh dendam membenci keberadaan robot dan bertekad untuk menghancurkan mereka dengan cara apa pun. Keinginannya yang destruktif menciptakan ancaman nyata bagi stabilitas kota, memaksa setiap karakter mengambil sikap tegas.
Konflik memuncak saat rahasia kelam masa lalu mulai terkuak di balik megahnya bangunan besi. Keinginan untuk berkuasa dan cinta yang tak terduga beradu dalam sebuah takdir yang tragis, mempertanyakan esensi sejati dari kemanusiaan di dunia yang makin dingin.
Hige Oyaji adalah detektif kumisan yang ikonik dari Metropolis. Sosok pemberani yang ditemani keponakannya dalam mengungkap konspirasi besar di kota futuristik.
VA: Jouji Yanami
Rock adalah karakter antagonis fanatik di Metropolis yang membenci robot. Ia sangat setia pada Duke Red dan terobsesi membasmi keberadaan makhluk buatan demi manusia.
VA: Nobutoshi Canna
Kenichi Shikishima adalah remaja yang pergi ke Metropolis bersama pamannya, malah terlibat konflik besar saat mencoba menyelamatkan robot cantik bernama Tima.
VA: Kei Kobayashi
Tima adalah robot canggih dengan wujud manusia yang polos. Dia terjebak dalam konflik rumit di Metropolis yang mempertanyakan batasan antara mesin dan kemanusiaan.
VA: Yuka Imoto