Abis baikan sama Dr. Xeno, impian lama Senkuu Ishigami buat bikin misi luar angkasa ke Bulan akhirnya selangkah lagi beneran terwujud! Sementara Dr. Xeno mulai sibuk ngerancang dan ngebangun mesin roketnya, tim Senkuu terus gas pol keliling berbagai benua dan samudra demi nyari sumber daya penting. Nggak cuma nyari bahan baku, mereka juga sekalian ngebangun infrastruktur rahasia dan membangkitkan seluruh populasi manusia yang masih membatu.
Di sisi lain, sosok misterius "Whyman" masih setia menebar teror dan mengawasi bumi dari kegelapan Bulan. Tapi dengan bersatunya kekuatan dan kejeniusan umat manusia saat ini, tinggal nunggu waktu aja sampai roket mereka kelar buat nyamperin si bos misterius itu.
Senkuu dan kawan-kawan udah siap buat baku hantam langsung sama Whyman demi nyari tahu jawaban dari semua misteri pembatuan yang udah bikin manusia pusing selama berabad-abad. Perjalanan menuju luar angkasa pun dimulai, ini bakal jadi misi paling ber-sains dalam sejarah!
Abis beres urusan Ujian Penyihir Kelas Satu, trio maut kita—Frieren si elf, Stark si petarung, dan Fern yang sekarang udah jadi penyihir kelas satu—akhirnya dapet izin buat masuk ke Dataran Tinggi Utara yang terkenal super bahaya. Sepanjang perjalanan mereka menuju Aureole (tempat jiwa-jiwa berkumpul), mereka harus berhadapan sama musuh-musuh yang makin kuat. Situasi ini maksa Stark buat ngelawan rasa inseskurisnya sendiri demi memantapkan mentalnya sebagai tameng utama di lini depan tim.
Di sisi lain, Fern makin menghargai setiap kemampuan dan hadiah yang dia dapetin selama hidupnya, di mana semua itu jadi pengingat manis tentang orang-orang yang dia sayangi. Sementara itu, Frieren masih setia sama janjinya buat lebih memahami manusia. Dia sering kali nostalgia, nginget-nginget lagi momen petualangannya bareng grup Pahlawan dulu, termasuk kenangan singkatnya saat ketemu sama sosok legendaris di masa lalu.
Melihat waktu yang terus berjalan, Frieren diam-diam sempat ragu dan nanya ke diri sendiri: "Gue sebenernya udah berubah belum, sih?" Tapi uniknya, dari setiap keputusan kecil dan sikap simpel yang dia ambil sekarang, kelihatan jelas kalau Frieren sebenernya udah jadi jauh lebih "manusiawi" dibanding dulu tanpa dia sadari sendiri. Perjalanan emosional mereka pun masih terus berlanjut!
Kenjaku, dalang di balik sosok Noritoshi Kamo dan Suguru Getou, resmi memulai babak baru dari rencana seribu tahunnya buat maksa manusia berevolusi sekaligus memusnahkan mereka yang nggak punya bakat sihir. Karena Satoru Gojo sukses disegel akibat insiden berdarah di Shibuya, para petinggi dunia jujutsu langsung mengambil kesempatan buat ngaktifin lagi hukuman mati buat Yuji Itadori. Di sisi lain, Yuji yang nggak tahu apa-apa lagi sibuk patroli bareng Choso di jalanan Tokyo yang udah kayak kota mati demi ngebabat habis semua kutukan yang lewat.
Sementara itu, konflik internal keluarga penyihir makin panas. Naoya Zenin yang sombongnya selangit langsung mencak-mencak pas tahu kalau Megumi Fushiguro yang malah kepilih jadi kepala klan Zenin berikutnya. Demi memancing Megumi keluar buat dihabisi, Naoya mutusin buat ngejar Yuji. Sialnya buat Yuji, Yuta Okkotsu yang baru balik dari luar negeri ternyata juga udah diutus dan bergerak buat jadi algojo yang bakal mengeksekusi dirinya.
Di tengah situasi yang makin semrawut ini, Kenjaku resmi memulai "Culling Game"—sebuah kompetisi battle royale sadis di seluruh penjuru Jepang yang maksa para penyihir jujutsu buat saling bunuh demi poin. Nggak ada pilihan lain, para penyihir muda pun terpaksa ikutan terjun ke medan perang demi menyelesaikan dendam lama, nyari cara buat ngebebasin Gojo, dan menyelamatkan dunia jujutsu dari kehancuran!