
Awas! bisa jadi spoiler
Dunia fantasi epik yang penuh intrik politik dan pertempuran berdarah kembali hadir dalam kisah sampingan ini. Kerajaan Pars yang megah kini tengah berada di ambang kehancuran akibat pengkhianatan internal yang kejam, memaksa sang pewaris takhta untuk berjuang demi kedaulatan negaranya yang sempat jaya.
Sang pangeran muda, Arslan, harus menanggalkan kepolosannya untuk belajar arti kepemimpinan di tengah kecamuk perang yang tak kenal ampun. Ia ditemani oleh Daryun, seorang kesatria tangguh dan setia yang bersumpah melindunginya hingga tetes darah penghabisan dalam setiap medan laga.
Hubungan keduanya berkembang menjadi ikatan mentor dan murid yang saling menguatkan, meski beban takdir terasa sangat berat. Sementara itu, Narsus hadir sebagai ahli strategi brilian yang menggunakan kecerdikannya untuk membalikkan keadaan sulit menjadi peluang kemenangan bagi sang pangeran.
Di sisi lain, konflik batin dan ego para bangsawan yang haus kekuasaan terus menghambat perjalanan sang pangeran. Ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa musuh terbesarnya bukanlah tentara dari negeri seberang, melainkan rekan setanah air yang telah kehilangan rasa keadilan demi ambisi pribadi.
Menghadapi berbagai krisis, pangeran muda ini mulai memahami bahwa seorang raja sejati tidak dibangun dari mahkota emas, melainkan dari keberanian membela rakyat jelata. Tekadnya kian bulat untuk menyatukan negeri yang terpecah sebelum musuh menghapus jejak sejarah mereka selamanya.
Perjalanan Arslan, pangeran Pars yang kehilangan segalanya dan berjuang merebut kembali tahtanya dengan bantuan sekutu setianya di tengah kerasnya dunia peperangan.
VA: Kappei Yamaguchi
Daryun adalah ksatria terkuat Pars yang setia mendampingi Pangeran Arslan. Dikenal sebagai prajurit yang tak terkalahkan di medan perang dengan tombak andalannya.
VA: Kazuhiko Inoue
Gieve adalah seorang pengembara serba bisa yang jago main musik dan bertarung. Dia jadi pendamping setia Arslan dalam perjalanan merebut kembali kerajaannya.
VA: Kazuki Yao