Jadi, Arslan ini adalah pangeran muda dari Kerajaan Pars yang hidupnya tadinya santai banget, eh tiba-tiba dunianya jungkir balik setelah dikhianati saat perang besar. Dia terpaksa harus kabur dan bertahan hidup di luar istana, padahal dia sendiri masih polos dan jauh dari kesan pemimpin yang tangguh atau sadis kayak ayahnya, Raja Andragoras III.
Untungnya, dia nggak sendirian karena ada Daryun, ksatria jagoan yang selalu ngelindungin dia, plus Narsus yang otaknya encer banget buat nyusun strategi perang. Berkat dukungan orang-orang hebat di sekelilingnya, Arslan mulai belajar gimana caranya jadi pemimpin yang bijak dan peduli sama rakyatnya, bukan cuma sekadar penguasa yang haus kekuasaan.
Meskipun awalnya sering diraguin sama banyak orang, Arslan pelan-pelan membuktikan kalau kebaikan hati dan kejujurannya itu senjata yang paling kuat. Dia terus berjuang bareng kawan-kawannya buat merebut kembali takhta yang direbut paksa, sambil ngadepin segala macam intrik politik yang makin hari makin rumit dan bikin pusing.