Kalau ditanya siapa otak di balik kesuksesan Arslan, jawabannya jelas Narsus. Dia ini mantan pejabat kerajaan yang milih pensiun dini buat hidup tenang sebagai pelukis di tengah hutan. Tapi, ya namanya juga orang pinter, dia nggak bisa tinggal diam pas melihat kerajaan dalam bahaya. Akhirnya, dia setuju turun gunung demi membantu sang pangeran muda mewujudkan mimpinya membangun negeri yang lebih baik.
Nggak cuma jago main pedang, Narsus ini beneran definisi 'otak encer'. Dia punya kemampuan taktik perang yang bikin musuh pusing tujuh keliling, bahkan seringkali kemenangan dia dapatkan tanpa harus pertumpahan darah yang berlebihan. Gayanya yang santai, sedikit narsis soal kemampuan melukisnya yang sebenarnya jauh dari kata bagus, sering banget jadi bumbu komedi di tengah seriusnya situasi perang.
Meski kadang kelihatan licik dan penuh perhitungan, kesetiaan Narsus sama Arslan itu nggak perlu diragukan lagi. Dia selalu jadi orang pertama yang kasih nasihat bijak pas sang pangeran lagi galau atau bimbang. Pokoknya, tanpa kehadiran sosok cerdik kayak dia, mungkin perjalanan merebut kembali Pars bakal jadi jauh lebih sulit dan berantakan bagi tim mereka.