Dunia pahlawan berada di ambang kehancuran total setelah perang besar menyisakan luka mendalam bagi masyarakat. Kekacauan merajalela, sementara para villain kini bergerak lebih brutal dari sebelumnya demi menghancurkan tatanan sosial yang sudah lama terjaga.
Izuku Midoriya memikul beban berat sebagai simbol harapan terakhir, meski harus berjuang sendirian di tengah isolasi. Tekadnya yang teguh justru membuat rekan-rekannya merasa khawatir, memicu konflik batin mengenai arti pahlawan yang sebenarnya.
Di sisi lain, Tomura Shigaraki terus tumbuh menjadi ancaman menakutkan yang tidak bisa dihentikan begitu saja. Hubungan masa lalu yang kelam terus menghantui, membuat batas antara keadilan dan kegelapan di dalam dirinya menjadi semakin kabur.
Ochaco Uraraka berusaha memahami esensi empati di tengah dunia yang penuh kebencian. Ia percaya bahwa pahlawan sejati harus menyentuh hati musuh, bukan sekadar mengalahkan mereka dengan kekuatan fisik semata, sebuah prinsip yang terus ia pegang erat.
Pertarungan terakhir demi menentukan masa depan dunia pun dimulai dengan taruhan nyawa yang sangat besar. Akankah cahaya harapan mampu menembus kegelapan pekat, atau justru dunia akan runtuh dalam keputusasaan yang tak berujung akibat dendam masa lalu?