Fights Break Sphere Special 3: Three Years of Pledge
13 Episode 2
Sinopsis
Dunia kultivasi yang keras kembali memanas saat takdir mempertemukan dua rival dalam duel yang telah lama dinanti. Pertarungan epik ini bukan sekadar adu kekuatan fisik, melainkan puncak dari harga diri dan janji yang diucapkan tiga tahun lalu di sekte.
Sosok Xiao Yan harus membuktikan kemampuannya setelah masa lalu yang penuh penghinaan. Dengan tekad membara di dadanya, dia kembali ke Sekte Yunlan demi menantang takdir, menghadapi tantangan besar yang menguji batas kekuatan serta ketabahan jiwanya.
Di sisi lain, Nalan Yanran berdiri dengan penuh percaya diri sebagai pewaris yang jenius. Pertemuan mereka menjadi ajang pembuktian siapa yang pantas memegang kendali atas jalan hidupnya sendiri di tengah tekanan keluarga serta ekspektasi dunia persilatan.
Konflik batin semakin memuncak karena Yao Lao terus membimbing muridnya melewati jalur kultivasi yang berbahaya. Hubungan guru dan murid ini menjadi kunci utama bagi Xiao Yan untuk melampaui limitasi diri dalam menghadapi lawan yang jauh lebih kuat darinya.
Ketegangan mencapai titik didih saat setiap teknik bela diri dilepaskan untuk menghancurkan pertahanan musuh. Akankah janji yang terucap di masa lalu mampu ditepati dengan darah dan keringat, atau justru kehancuran yang akan menanti di puncak gunung yang dingin?
Dunia fantasi ini menilai kejayaan seorang penguasa melalui Peringkat Raja, sebuah daftar yang mengukur kekuatan dan kekayaan kerajaan. Di tengah megahnya istana, muncul keraguan terhadap masa depan karena sang pewaris takhta ternyata tidak seperti raja ideal.
Pangeran Bojji lahir tuli dan lemah fisik, membuatnya dicemooh oleh rakyat dan keluarganya sendiri. Meski dianggap tak mampu memimpin, ia tetap berusaha keras menjaga senyum dan impiannya untuk menjadi raja terhebat yang pernah ada di dunia.
Segalanya berubah saat ia bertemu Kage, sosok bayangan terakhir dari klan pembunuh yang selamat. Ikatan tak terduga pun terbentuk; sang bayangan kini menjadi sahabat setia yang memahami kesepian sekaligus ambisi besar pangeran kecil tersebut.
Konflik memuncak ketika intrik istana mulai mengancam takhta, melibatkan ratu tiruan serta persaingan saudara yang ambisius. Daida, adik Bojji yang tangguh, berdiri sebagai kontras nyata yang semakin menyudutkan posisi pangeran malang di istana itu.
Perjalanan ini bukan sekadar mengejar takhta, melainkan tentang membuktikan keberanian di tengah diskriminasi kejam. Bisakah sang pangeran yang dianggap remeh menantang takdir dan mengubah pandangan dunia yang hanya memuja kekuatan fisik semata?