Dunia psikologi yang gila dan penuh warna tersaji dalam balutan visual psikedelik yang memanjakan mata. Para pasien datang dengan berbagai gangguan mental aneh akibat tekanan hidup modern, mencari suaka di sebuah klinik psikiatri yang tampak sangat tidak biasa.
Di sana, dokter eksentrik bernama Ichirou Irabu menyambut dengan metode pengobatan yang sangat nyeleneh. Ia sering berubah wujud menjadi beruang atau anak kecil, didampingi perawat setia Mayumi yang selalu terlihat dingin dalam menghadapi setiap kekacauan.
Setiap episode menyoroti individu yang berjuang melawan fobia atau obsesi mereka sendiri. Hubungan antara dokter dan pasien ini dipenuhi interaksi surreal, di mana batasan antara kewarasan dan kegilaan menjadi sangat kabur bagi siapa pun yang berani masuk.
Tetsuya Taguchi, seorang atlet trapeze yang kehilangan fokus, hanyalah satu dari sekian banyak orang yang harus menghadapi ego dan rahasia kelamnya sendiri. Di bawah bimbingan sang dokter, mereka dipaksa untuk jujur pada diri sendiri demi mencapai kedamaian.
Apakah mereka akan sembuh atau justru tenggelam dalam dunia yang makin absurd? Anime ini mengeksplorasi sisi terdalam pikiran manusia, membuktikan bahwa terkadang kegilaan adalah jalan satu-satunya untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam jiwa kita.
Antologi eksperimental ini membawa penonton melintasi batas imajinasi liar yang mendobrak pakem anime konvensional. Melalui gaya visual unik dan narasi surealis, film ini mengeksplorasi kondisi manusia dalam dunia yang terus berubah tanpa kompromi logika.
Di tengah kekacauan, Gala berusaha menavigasi realitas yang retak. Dia adalah sosok penuh tekad yang terjebak dalam pusaran konflik eksistensial, mencoba memahami perannya di dunia yang seolah tidak memiliki batasan fisik maupun emosi nyata.
Pertemuannya dengan Frog memicu dinamika batin yang kompleks. Hubungan mereka bukan sekadar persahabatan, melainkan cerminan dari pergulatan identitas dan keraguan diri. Keduanya saling terikat dalam situasi genting yang memaksa mereka untuk terus maju.
Konflik memuncak saat Wanwa muncul menantang status quo yang ada. Kehadirannya menguji keteguhan hati para karakter, memicu pertentangan nilai yang mendalam tentang arti kebebasan, tanggung jawab, dan keberanian untuk menghadapi masa depan yang sangat abstrak.
Tema besar tentang pencarian jati diri menyatu dalam visual yang memukau. Setiap langkah mereka adalah refleksi dari harapan di tengah ketidakpastian, mempertanyakan seberapa jauh seseorang bisa melangkah ketika realitas sudah kehilangan bentuk aslinya.
Di semesta futuristik yang surealis, ingatan manusia bisa disimpan dalam chip memori dan diperjualbelikan layaknya komoditas biasa. Kematian fisik bukan lagi akhir segalanya, karena jiwa bisa dipindahkan ke tubuh baru, menciptakan ketimpangan sosial yang brutal.
Seorang pemuda misterius bernama Kaiba terbangun di dunia yang asing dengan lubang di dadanya dan liontin berisi foto wanita yang tak ia kenali. Ia harus berkelana melintasi planet demi planet sambil berusaha menyusun kembali kepingan jati dirinya yang hilang.
Dalam perjalanan penuh risiko itu, ia bertemu dengan Neiro, seorang pemberontak yang memiliki koneksi emosional dengan masa lalunya. Keduanya terjebak dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan pencurian identitas serta manipulasi memori kelas atas.
Karakter lain seperti Popo, pemimpin gerakan bawah tanah, menjadi kunci penting dalam mengungkap kebusukan sistem yang mengeksploitasi nyawa kaum jelata. Hubungan mereka kian rumit saat rahasia kelam mulai tersingkap di balik topeng kehidupan yang palsu.
Konflik batin tentang arti keberadaan dan kemanusiaan akan diuji di tengah kehancuran identitas. Mampukah ia meraih kembali kebenaran sebelum ingatannya terhapus selamanya oleh kuasa korup yang mengendalikan takdir semesta demi ambisi pribadi yang sangat egois?