Kehidupan sekolah menengah yang ideal mendadak berubah drastis bagi seorang remaja ambisius yang jenuh dengan tekanan akademik. Ia memutuskan kabur dari ekspektasi keluarga demi mencari ketenangan di sekolah agrikultur terpencil di Hokkaido yang sangat jauh.
Di sana, Yugo Hachiken harus beradaptasi dengan rutinitas peternakan yang jauh dari kata mewah. Ia sering merasa kewalahan menghadapi kerasnya dunia pertanian, terutama saat harus bersentuhan langsung dengan hewan ternak yang sebelumnya ia takuti.
Pertemuan dengan Aki Mikage yang ceria memberikan perspektif baru tentang hidup. Gadis ini menjadi sosok penyemangat yang membantunya memahami arti kerja keras dan kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup di tengah lingkungan sekolah yang sangat disiplin.
Konflik batin terus menghantuinya saat ia mulai membandingkan prestasinya dengan teman-teman yang sudah memiliki mimpi jelas. Hubungannya dengan rekan-rekan unik lainnya menciptakan dinamika emosional yang hangat, penuh tawa, sekaligus sangat menyentuh hati.
Kini ia belajar bahwa nilai diri bukan hanya ditentukan oleh angka di atas kertas. Melalui keringat, kegagalan, dan ketulusan, ia berusaha menemukan jati dirinya sendiri sambil menghadapi realitas pahit di balik industri pangan yang selama ini ia abaikan.
Dunia penuh keanehan kembali menguji batas kewarasan saat fenomena supranatural menyerang orang-orang terdekat. Misteri yang menyelimuti kota ini semakin pekat, membawa deretan kisah emosional yang memaksa setiap individu menghadapi sisi gelap dari nurani mereka.
Tsubasa Hanekawa kini terjebak dalam dilema batin yang rumit saat ingatan dan traumanya mulai membelenggu. Kehadiran sosok kucing misterius terus menghantuinya, menuntut sebuah jawaban atas rahasia kelam yang selama ini ia coba simpan sendirian.
Sementara itu, Hitagi Senjougahara harus menyeimbangkan hubungan romantisnya dengan Koyomi Araragi di tengah ancaman dewa ular, Nadeko Sengoku. Ketegangan memuncak ketika obsesi mulai mengaburkan batas antara kasih sayang dan dendam masa lalu.
Munculnya Shinobu Oshino memberikan perspektif baru atas kutukan yang terus menghantui kelompok ini. Ia menjadi kunci vital dalam menavigasi kekacauan mistis, sekaligus menguji loyalitas dan rasa percaya yang rapuh di antara sekumpulan remaja pencari jati diri.
Puncak konflik menyajikan konfrontasi emosional yang intens, mempertanyakan nilai pengorbanan di dunia penuh tipu daya. Setiap karakter dipaksa merangkul monster dalam dirinya, demi memahami bahwa ketulusan adalah satu-satunya jalan keluar dari jeratan takdir yang kejam.