Dunia Edo yang futuristik kini dikuasai oleh para alien bernama Amanto, memaksa penduduk lokal tunduk pada teknologi asing. Di tengah kekacauan politik dan absurditas sehari-hari, sebuah agensi serba bisa mencoba bertahan hidup dengan menerima pekerjaan apa pun demi uang.
Gintoki Sakata, sang samurai legendaris yang malas, memimpin Shinpachi dan Kagura dalam petualangan konyol. Meski sering bertengkar, ikatan mereka tumbuh kuat menghadapi ancaman para musuh berbahaya yang ingin menghancurkan kedamaian kota dan masa lalu kelam.
Konflik memanas saat organisasi gelap mulai bergerak, menguji kesetiaan dan keberanian para tokoh utama kita. Rahasia kelam dari masa lalu Gintoki mulai terkuak, memaksa mereka memilih antara melindungi rekan atau mengorbankan segalanya demi prinsip hidup.
Ketegangan meningkat saat musuh masa lalu kembali membawa ancaman yang tak terelakkan bagi para warga Edo. Setiap anggota agensi dipaksa menghadapi ketakutan terdalam mereka, membuktikan bahwa tawa dan tangis adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan.
Pertarungan epik pun pecah, menguji batas kemampuan fisik dan mental mereka di ambang kehancuran. Apakah mereka sanggup mempertahankan jalan hidup samurai di era modern ini, ataukah semuanya akan berakhir menjadi kenangan pahit yang terkubur oleh waktu?
Hidup remaja malang berubah drastis setelah ayahnya kabur akibat utang judi yang menumpuk. Terusir dari rumah, Nanami Momozono yang tak punya tempat tinggal mendadak bertemu orang asing yang menawarinya rumah tepat saat nasibnya berada di titik terendah.
Ternyata rumah itu adalah kuil tua yang dihuni roh pelindung kasar bernama Tomoe. Karena tipu muslihat sang pria asing, Nanami kini mewarisi peran sebagai dewa kuil yang baru, sebuah tanggung jawab supranatural yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan.
Hubungan keduanya pun dimulai dengan penuh ketegangan dan benci, karena sang rubah iblis enggan melayani dewi manusia yang dianggap lemah. Meski sering berselisih, mereka terikat dalam kontrak takdir yang memaksa mereka saling bergantung demi menjaga kuil tetap utuh.
Masalah kian rumit ketika sosok seperti Mizuki, seekor ular setia, muncul dan menambah dinamika hubungan mereka. Nanami harus berjuang menyeimbangkan kehidupan sekolahnya dengan tugas dewa, sambil berusaha menaklukkan hati pelindungnya yang sangat keras kepala itu.
Kehidupan di kuil membawa mereka menghadapi berbagai makhluk gaib dan ujian emosional yang mendalam. Akankah Nanami mampu membuktikan kemampuannya sebagai dewa sejati, sekaligus mencairkan hati dingin sang rubah sebelum takdir memisahkan mereka selamanya di dunia ini?