Dunia akademis yang tenang seketika berubah menjadi medan pertempuran emosi yang penuh ketegangan. Anime bergenre drama romantis ini mengeksplorasi obsesi, penindasan, dan dinamika kekuasaan yang rumit di antara dua individu dengan kepribadian yang saling kontras.
Sosok Tetsuhiro Morinaga adalah seorang mahasiswa yang terjebak dalam cinta sepihak selama bertahun-tahun. Ia harus berurusan dengan seniornya yang temperamental, sosok yang sangat ia puja namun sekaligus menjadi sumber penderitaan batinnya setiap hari.
Di sisi lain, ada Souichi Tatsumi yang dikenal sebagai profesor yang sangat kejam dan homofobia. Sifatnya yang keras kepala serta mudah meledak menciptakan tembok tebal yang membuat hubungan mereka penuh dengan gesekan dan perdebatan sengit yang intens.
Konflik memuncak ketika sebuah kejadian tak terduga memaksa mereka berada dalam situasi yang sangat canggung. Garis batas antara rasa benci dan kasih sayang mulai kabur, menyeret keduanya ke dalam pusaran hasrat yang berbahaya serta penuh dengan keraguan.
Akankah kesetiaan yang tulus mampu melunakkan hati sang tiran yang angkuh tersebut? Pertanyaan ini menjadi inti dari perjalanan mereka, menguji batas kesabaran serta keberanian untuk jujur pada perasaan yang sebenarnya di tengah dunia yang tidak merestui.
Dunia sekolah menengah yang terlihat tenang tiba-tiba berubah kacau karena aturan ketat dan sisi gelap yang tersembunyi. Balutan genre komedi romantis ini membawa penonton masuk ke dalam dinamika kehidupan OSIS yang penuh dengan ketegangan dan bumbu asmara.
Sebagai ketua OSIS yang sangat disiplin, Ui Kokusai dikenal tegas dan disegani oleh seluruh siswa. Namun, di balik sikap dingin dan wibawanya, ia menyimpan rahasia pribadi yang tak terduga, yang justru membuat kesehariannya menjadi sangat rumit.
Kondisi ini diperparah oleh kehadiran Takuto Chiga, wakil ketua OSIS yang seringkali tidak patuh. Hubungan mereka yang awalnya hanya sebatas rekan kerja berubah menjadi ajang tarik-ulur perasaan yang mendebarkan di tengah tuntutan tugas yang berat.
Kehadiran Sayaka pun semakin memanaskan suasana dengan intrik-intrik kecil yang ia ciptakan. Konflik personal antara sang ketua yang perfeksionis dan bawahannya yang keras kepala terus menguji kesabaran serta profesionalisme mereka di sekolah ini.
Perdebatan sengit tentang aturan dan hasrat terlarang mulai memicu percikan api asmara yang tak terelakkan. Mampukah mereka menjaga profesionalitas di balik pintu ruang OSIS saat perasaan yang seharusnya terpendam mulai meledak tak terkendali lagi?