Dunia fantasi epik ini menyoroti kehidupan kaum Iorph, ras abadi yang menenun kisah sejarah melalui kain Hibiol. Kedamaian mereka terusik saat pasukan kerajaan menyerbu untuk mengincar keabadian, memaksa penduduknya melarikan diri dari tanah kelahiran mereka yang kini hancur lebur.
Di tengah kekacauan, Maquia berhasil menyelamatkan diri namun berakhir terdampar di hutan terasing. Rasa kesepiannya sirna ketika ia menemukan seorang bayi manusia yang ditinggalkan sendirian di reruntuhan, memicu naluri keibuannya untuk mengadopsi anak laki-laki itu.
Anak itu diberi nama Ariel, sosok manusia fana yang tumbuh dengan pesat di samping sang ibu abadi. Hubungan mereka menjadi ujian berat, di mana perbedaan rentang usia menciptakan dinamika emosional yang kompleks serta konflik batin tentang ikatan kasih sayang sejati.
Seiring berjalannya waktu, Leilia yang bernasib tragis karena diculik pihak kerajaan terus berjuang mencari kebebasan. Nasib mereka saling bersilangan di dunia yang penuh peperangan, di mana politik kekuasaan mengancam eksistensi ras Iorph yang tersisa di muka bumi.
Kisah ini merangkai emosi mendalam tentang kehilangan, pertumbuhan, dan arti menjadi orang tua bagi makhluk yang tidak akan menua. Akankah cinta melampaui perbedaan takdir yang kejam, ataukah waktu akan memisahkan mereka selamanya dalam penderitaan yang tak terelakkan?