Dunia fantasi epik ini membawa kita pada pertikaian brutal antara alam liar yang mistis dan kemajuan industri manusia. Saat hutan kuno mulai terancam oleh serakahnya peradaban, dewa-dewa binatang murka dan siap menuntut balas demi menjaga tanah suci mereka.
Seorang pangeran muda bernama Ashitaka terpaksa melakukan perjalanan jauh setelah terkena kutukan mematikan. Demi mencari obat penawar, ia terjebak di tengah pusaran perang yang menghancurkan jiwa antara pihak manusia dan para pelindung hutan tersebut.
Di sisi lain, muncul sosok San, gadis tangguh yang dibesarkan oleh serigala. Ia membenci manusia setengah mati dan mendedikasikan hidupnya untuk menghancurkan mereka. Pertemuan tak terduga antara mereka berdua memicu dinamika rasa benci sekaligus simpati.
Sementara itu, Lady Eboshi memimpin kota besi dengan ambisi besar untuk menundukkan alam. Ia adalah sosok pemimpin visioner namun kejam yang memicu kemarahan hutan. Konflik kepentingannya dengan sang gadis hutan menjadi bensin yang membakar perang besar.
Ketegangan memuncak saat keserakahan bertemu dengan murka alam yang tidak terbendung. Mampukah empati menjembatani jurang perbedaan, atau justru dunia akan musnah karena kebencian? Sebuah mahakarya tentang keberlangsungan hidup dan harga sebuah peradaban.