Dunia fantasi ini menilai kejayaan seorang penguasa melalui Peringkat Raja, sebuah daftar yang mengukur kekuatan dan kekayaan kerajaan. Di tengah megahnya istana, muncul keraguan terhadap masa depan karena sang pewaris takhta ternyata tidak seperti raja ideal.
Pangeran Bojji lahir tuli dan lemah fisik, membuatnya dicemooh oleh rakyat dan keluarganya sendiri. Meski dianggap tak mampu memimpin, ia tetap berusaha keras menjaga senyum dan impiannya untuk menjadi raja terhebat yang pernah ada di dunia.
Segalanya berubah saat ia bertemu Kage, sosok bayangan terakhir dari klan pembunuh yang selamat. Ikatan tak terduga pun terbentuk; sang bayangan kini menjadi sahabat setia yang memahami kesepian sekaligus ambisi besar pangeran kecil tersebut.
Konflik memuncak ketika intrik istana mulai mengancam takhta, melibatkan ratu tiruan serta persaingan saudara yang ambisius. Daida, adik Bojji yang tangguh, berdiri sebagai kontras nyata yang semakin menyudutkan posisi pangeran malang di istana itu.
Perjalanan ini bukan sekadar mengejar takhta, melainkan tentang membuktikan keberanian di tengah diskriminasi kejam. Bisakah sang pangeran yang dianggap remeh menantang takdir dan mengubah pandangan dunia yang hanya memuja kekuatan fisik semata?
Dunia fantasi yang luas kini menjadi tempat bagi seseorang yang baru memulai hidup keduanya. Setelah musibah teleportasi masif yang menceraiberaikan orang-orang, petualangan bertahan hidup dan pencarian jati diri pun dimulai di tengah kerasnya benua Demon Continent.
Rudeus Greyrat, pria yang terlahir kembali dengan ingatan masa lalunya, kini harus berjuang menepis sifat pengecut yang dulu menghantuinya. Ia bertekad untuk hidup secara sungguh-sungguh sambil mempraktikkan sihir luar biasa yang ia pelajari.
Di sepanjang perjalanan, ia didampingi oleh Eris Boreas Greyrat, seorang gadis bangsawan yang temperamental namun sangat berbakat dalam berpedang. Dinamika mereka menciptakan gesekan emosional yang intens saat keduanya belajar saling memahami.
Hadir pula Ruijerd Superdia, seorang pejuang tangguh dari ras yang dikucilkan. Ia membimbing mereka melintasi tanah berbahaya, sekaligus menguji integritas moral Rudeus dalam menghadapi prasangka buruk masyarakat terhadap kaumnya sendiri di dunia baru.
Konflik batin dan bahaya yang mengintai memaksa mereka untuk terus tumbuh melampaui batas kemampuan masing-masing. Di dunia yang penuh intrik ini, perjalanan pulang menjadi ajang pembuktian apakah masa lalu dapat benar-benar diubah oleh tekad seseorang.