Dunia berada di ambang kekacauan saat iblis purba mulai bangkit dari hibernasi panjang mereka untuk merebut kembali bumi dari manusia. Kegelapan merayap perlahan, membawa horor psikologis yang kejam dan brutal dalam narasi penuh ketegangan serta aksi mendebarkan.
Seorang pemuda pemalu bernama Akira Fudo mendapati hidupnya berubah total setelah sahabat masa kecilnya, Ryo Asuka, mengungkap rahasia kelam tentang keberadaan monster. Mereka bertekad membongkar konspirasi jahat yang mengancam eksistensi umat manusia.
Demi melawan ancaman supranatural tersebut, mereka merencanakan ritual berbahaya yang mengubah fisik dan jiwa Akira selamanya. Sang pemuda kini terperangkap dalam dualitas antara rasa kemanusiaan yang lembut serta kekuatan iblis yang ganas dan haus akan darah segar.
Gadis manis bernama Miki Makimura menjadi satu-satunya cahaya yang menjaga kewarasan Akira di tengah badai kehancuran ini. Namun, kedekatan mereka justru membuat sang protagonis semakin tersiksa oleh beban rahasia besar yang kini ia pikul sendirian setiap malam.
Konflik batin dan insting kebinatangan mulai menguji batas moralitasnya saat musuh semakin dekat. Akankah ia mampu mempertahankan jati dirinya, atau justru kehilangan segalanya dalam peperangan epik antara neraka dan dunia yang tidak siap menghadapi kiamat?
Menyelami antologi fiksi ilmiah yang memukau, film ini memadukan visual surealis dengan narasi kelam tentang masa depan. Setiap segmen membangun atmosfer mencekam di mana realitas mulai retak, mengajak penonton menelusuri lorong distopia yang sangat misterius.
Kisah pertama menyorot Sachi, seorang gadis kecil yang terjebak dalam labirin imajinasi saat mengikuti kucing kesayangannya. Dunianya berubah menjadi petualangan aneh yang penuh tipu daya, memaksa ia menghadapi ketakutan serta keajaiban yang tak terduga.
Di sisi lain, seorang pria bernama Tsutomu Sugioka terjebak dalam obsesi konyol saat menguji coba robot konstruksi canggih. Konflik memuncak ketika ambisi serta egonya beradu dengan kenyataan pahit, mengubah rutinitas kerja menjadi sebuah kekacauan total.
Tak ketinggalan, Loin hadir sebagai sosok pengembara di tengah gurun pasca-apokaliptik yang sunyi. Ia harus menghadapi kenyataan tentang tugas militer yang tak masuk akal, sementara pertanyaan eksistensial terus menghantui setiap langkah perjalanannya.
Ketiga cerita ini merajut benang merah tentang obsesi manusia dan rapuhnya batas antara mimpi dengan kenyataan. Dengan gaya visual eksperimental, anime ini menantang logika penonton untuk merenungkan konsekuensi teknologi yang tumbuh melampaui kendali kita.
Antologi eksperimental ini menggabungkan berbagai genre fiksi ilmiah dalam satu dunia penuh keajaiban mekanis. Setiap segmen menyajikan visi unik tentang interaksi antara manusia dan mesin, menciptakan atmosfer yang menggugah imajinasi liar para penonton.
Kisah dimulai saat Kanon, seorang pemuda yang terobsesi dengan teknologi kuno, menemukan sebuah karnaval raksasa yang bergerak di padang pasir. Pertemuan tak terduga ini memicu rangkaian petualangan aneh yang melibatkan banyak entitas logam aneh.
Kita juga akan melihat sosok Astroboy yang terjebak dalam dilema moral saat harus memilih antara loyalitas pada penciptanya atau nuraninya sendiri. Konflik batin ini menjadi inti dari perjuangan eksistensial yang membayangi nasib seluruh robot.
Di sisi lain, seorang Inventor jenius berusaha keras menyempurnakan mahakarya robotnya demi memenangkan hati orang yang dicintainya. Namun, obsesi berlebihan ini justru menciptakan kekacauan yang tak terduga di tengah kota yang sibuk dan sangat dinamis.
Puncak permasalahan memanas saat karnaval raksasa itu mulai menunjukkan taringnya, mengancam keseimbangan dunia yang rapuh. Pertempuran antara logika mesin dan emosi manusia menyatu dalam sebuah simfoni destruktif yang mempertanyakan arti hidup sesungguhnya.