Dunia modern mulai terancam oleh kembalinya para iblis purba yang haus akan kehancuran umat manusia. Kegelapan menyelimuti kota, memicu kepanikan massal saat sosok mengerikan muncul dari bayang-bayang. Ketegangan meningkat pesat seiring ancaman eksistensial ini.
Akira Fudo harus berjuang menjaga sisi kemanusiaannya meski memiliki kekuatan iblis di dalam tubuhnya. Dia terjebak dalam dilema moral yang berat, berusaha melindungi orang-orang yang dicintainya sambil menahan hasrat liar yang terus mencoba mengambil alih.
Konflik memuncak ketika sosok iblis kuat bernama Sirene datang untuk membalaskan dendamnya. Kehadirannya tidak hanya membawa teror fisik, tetapi juga mengguncang mental sang protagonis, memaksa dia menghadapi kenyataan pahit tentang identitas dirinya sendiri.
Sementara itu, Miki Makimura terus memberikan dukungan emosional yang tulus di tengah kekacauan. Hubungan mereka yang hangat menjadi satu-satunya pelabuhan bagi Akira agar tetap sadar, meski bahaya besar dari pasukan iblis semakin dekat mengincar nyawa mereka.
Pertempuran brutal antara hasrat iblis dan cinta manusia akan menentukan nasib dunia. Ketika batas antara kawan dan lawan kian kabur, sang tokoh utama dipaksa memilih jalan yang menyakitkan untuk memastikan keberlangsungan hidup seluruh umat manusia di muka bumi.
Dunia penuh tekanan membuat banyak orang merasa terhimpit oleh beban hidup. Di balik gedung-gedung tinggi, terdapat kisah tentang mereka yang kehilangan arah dan harapan. Sebuah anime psikologis kelam yang mengupas sisi gelap manusia dengan gaya unik.
Muncul seorang pria misterius bernama Fukuzou Moguro yang menawarkan solusi instan atas segala keluh kesah. Dengan senyum lebar yang mengerikan, ia hadir layaknya malaikat penolong bagi jiwa-jiwa yang sedang lelah, kesepian, hingga depresi berat.
Sebagai sales keliling, ia menjalin hubungan dengan para klien yang rentan dan haus akan kepuasan sesaat. Ia memberikan apa pun yang mereka inginkan, mulai dari kebahagiaan duniawi hingga pelarian dari tanggung jawab, asal syarat tertentunya dipenuhi.
Namun, keterikatan mereka bukan tanpa konsekuensi yang mengerikan. Setiap janji manis yang diberikan justru menjadi bumerang bagi setiap orang yang ia temui, memaksa mereka menghadapi kehancuran moral karena ketamakan sendiri yang tidak bisa terbendung.
Apakah kehidupan mereka menjadi lebih baik atau justru terjebak dalam lubang kegelapan abadi? Ketegangan memuncak saat batas antara keinginan dan kehancuran perlahan runtuh, mengungkap betapa rapuhnya harga diri manusia di depan godaan iblis yang nyata.