Udah beberapa tahun berlalu sejak Great War berakhir. Sekarang menara radio di Leidenschaftlich lagi dibangun, dan karena telepon bakal makin populer, jasa 'Auto Memory Dolls' mulai sepi peminat. Tapi meski begitu, popularitas Violet Evergarden malah makin naik karena kemampuannya nulis surat yang jempolan. Sayangnya, kadang hal yang paling kita tunggu-tunggu justru nggak kunjung datang.
Di film ini, kita bakal ngikutin perjalanan Violet yang masih terus belajar memahami perasaan dan apa arti cinta yang sebenarnya. Di saat yang sama, dia juga masih menyimpan secercah harapan kalau pria yang dulu pernah bilang 'aku mencintaimu' ke dia, ternyata masih hidup walau sudah bertahun-tahun berlalu.
Film ini menceritakan perjuangan hati Violet dalam mencari jawaban atas perasaannya sendiri sekaligus mencari sosok yang paling berharga dalam hidupnya di tengah perubahan dunia yang makin modern.
Perang Cawan Suci mencapai klimaks yang mencekam di tengah kehancuran Fuyuki. Kekuatan gelap menyelimuti kota, memicu rangkaian tragedi tak terelakkan yang menguji batas moral. Di sini, kebenaran tentang lubang hitam mengerikan perlahan mulai terungkap sepenuhnya.
Shirou Emiya kini berdiri di persimpangan jalan yang mustahil, berjuang melindungi orang yang paling berarti baginya. Meski tubuhnya hancur oleh beban magis yang berlebihan, ia tidak menyerah untuk menepati janji setianya demi menghentikan kegelapan tersebut.
Sakura Matou terjebak dalam pusaran penderitaan yang merusak jiwa dan raga. Bayangan hitam yang menguasainya menjadi ancaman nyata bagi dunia, memaksa sang kekasih untuk membuat keputusan tersulit dalam hidupnya di tengah konflik batin yang sangat mendalam.
Rin Tohsaka pun ikut terjun ke dalam kancah pertempuran sengit ini. Sebagai penyihir berbakat, ia harus menyeimbangkan rasa sayang kepada saudarinya dengan tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan dunia dari kehancuran total yang kian membayangi.
Pertarungan akhir ini bukan sekadar adu kekuatan magis, melainkan pertempuran emosional demi menebus dosa masa lalu. Harapan terakhir bergantung pada keberanian mereka dalam menghadapi takdir kejam demi menyambut musim semi baru yang penuh dengan kedamaian abadi.