Di kota resor tepi laut Atami yang tenang, ada sebuah laundry bernama Kinme Cleaning yang dikelola oleh Wakana Kinme. Meski nggak ingat apa pun soal hidupnya sebelum pindah ke sana, Wakana sudah menghabiskan dua tahun terakhir membangun hidup baru dengan tenang di antara warga setempat. Ia mencuci baju-baju titipan pelanggan dengan penuh ketelitian dan kelembutan, seolah setiap helai kain itu menyimpan kenangan yang jauh lebih rapuh daripada bahannya sendiri.
Wakana pun jadi sosok yang akrab bagi warga kota karena ia sering berbagi momen-momen kecil yang berharga dengan mereka. Pakaian yang ia cuci seakan menceritakan kisah hidup sehari-hari pemiliknya, sehingga ia bisa ikut menjaga kenangan mereka sementara ingatannya sendiri tetap terkunci rapat. Sambil terus membersihkan noda, baik yang fisik maupun yang ada di hati, hidupnya perlahan jadi bukti nyata betapa nyamannya momen-momen sederhana itu.
Lewat setiap cucian, Wakana membuktikan bahwa meskipun ia kehilangan masa lalunya, ia tetap bisa menemukan tempat untuk pulang dan merasa diterima di tengah orang-orang di sekitarnya.
"Orhun Dura, mulai hari ini lu dipecat dari party." Kalimat nyesek itu harus didengar sama Orhun. Padahal, dia yang aslinya pendekar pedang berbakat, rela pindah role jadi Enchanter (mage support) demi nutupin kekurangan di tim pahlawan. Eh, ujung-ujungnya dia malah ditendang sama ketua timnya sendiri dengan alasan kemampuannya medioker, bahkan dicap lemah dan serba bisa tapi nggak ada yang jago.
Nggak mau larut dalam kesedihan, Orhun mutusin buat mulai dari nol lagi jadi petualang solo. Kali ini, dia balik ke jati diri aslinya sebagai pendekar pedang. Tapi, masa-masa dia jadi Enchanter kemarin ternyata nggak sia-sia. Pengalaman, ilmu, dan berbagai mantra orisinal yang sempat dia ciptain dulu justru bikin gaya bertarungnya sekarang jadi unik dan gak ketebak sama musuh.
Berbekal kombinasi kekuatan pedang dan sihir yang nggak biasa ini, Orhun siap buka jalan ceritanya sendiri. Petualangan barunya ini bakal jadi ajang pembuktian ke semua orang—termasuk mantan temen-temennya yang udah ngeremehin dia—kalau dia itu sebenernya...
Bayangin sebuah dunia di mana gelar "Pahlawan" itu bukan sebuah kehormatan, melainkan hukuman mati yang paling kejam. Di sini, para penjahat kelas kakap nggak dipenjara, tapi malah divonis buat jadi tameng di barisan terdepan dalam perang abadi melawan Raja Iblis. Kasihannya lagi, dicap sebagai Pahlawan berarti mereka nggak diizinkan mati dengan tenang; setiap kali tewas di medan perang, mereka bakal langsung dihidupin lagi secara paksa buat dikirim balik ke pembantaian selamanya.
Salah satu korbannya adalah Xylo Forbartz, mantan komandan Ksatria Suci yang terhormat yang sekarang apes harus jadi ketua "Unit Pahlawan Terpidana 9004". Tugas dia adalah memimpin sekelompok narapidana yang dianggap sebagai aset sekali pakai oleh negara yang mereka bela. Tapi di tengah misi yang kacau balau, Xylo gak sengaja ketemu sama Teoritta, sesosok senjata hidup yang dikenal sebagai "Dewi", yang kehadirannya berpotensi ngubah arah perang sekaligus nasib Xylo sendiri.
Ketika unitnya terus-terusan dikasih misi bunuh diri yang makin gak ngotak bahayanya, Xylo harus putar otak buat menjaga anak buahnya tetap hidup. Sembari bertahan di tengah gempuran monster, dia juga mulai bergerak di balik layar demi ngebongkar konspirasi busuk di balik alasan kenapa dia sampai difitnah dan dihukum jadi pahlawan palsu ini!