Kehidupan SMA yang abu-abu berubah total saat sebuah klub sastra klasik terancam bubar. Atmosfer misteri yang tenang menyelimuti sekolah, menanti untuk diungkap oleh mereka yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dalam memecahkan teka-teki kecil sehari-hari.
Houtarou Oreki adalah seorang remaja hemat energi yang lebih memilih hidup santai. Namun, hidupnya yang tenang terusik saat ia dipaksa bergabung ke dalam klub oleh kakaknya, sebuah awal dari petualangan detektif sekolah yang tak terduga.
Di sana, ia bertemu dengan Eru Chitanda, gadis dengan rasa penasaran yang luar biasa. Sangat kontras dengan sikap malasnya, ia sering terjebak oleh rasa ingin tahu gadis itu yang memaksanya harus berpikir tajam demi menyelesaikan berbagai kasus.
Keanggotaan mereka dilengkapi oleh Satoshi Fukube yang ceria dan Mayaka Ibara yang tegas. Keempatnya membentuk dinamika unik, di mana perbedaan kepribadian mereka menjadi kunci utama dalam menguak rahasia di balik dinding sekolah yang tampak biasa.
Tiap sudut sekolah menyimpan cerita masa lalu yang terkubur dalam. Mereka harus bekerja sama mengumpulkan petunjuk demi petunjuk. Apakah mereka mampu menemukan kebenaran di balik setiap kejanggalan sebelum semua misteri tersebut terlambat untuk dipecahkan?
Berlatar di Nagasaki tahun 1966, kehidupan sekolah yang membosankan berubah drastis saat musik jazz mulai berdentum. Drama musikal penuh nostalgia ini mengeksplorasi gejolak masa remaja, persahabatan tak terduga, dan pencarian jati diri di balik denting piano.
Siswa pindahan yang kutu buku, Kaoru Nishimi, merasa terasing di lingkungan baru. Namun, pertemuannya dengan sosok berandal yang ditakuti, Sentaro Kawabuchi, mengubah perspektifnya. Mereka menemukan kesamaan lewat melodi yang menyatukan jiwa.
Keduanya kemudian bertemu dengan Ritsuko Mukae, gadis ceria yang menjadi jembatan bagi mereka berdua. Hubungan segitiga yang rumit pun perlahan muncul, menguji kesetiaan serta perasaan terpendam di antara ketiganya di tengah riuhnya suasana masa muda.
Konflik batin semakin memuncak ketika masa lalu dan tanggung jawab keluarga mulai membayangi ambisi pribadi mereka. Musik jazz bukan lagi sekadar hobi, melainkan pelarian emosional yang menyakitkan sekaligus membebaskan bagi mereka saat menghadapi kerasnya kenyataan hidup.
Seiring irama drum dan piano yang saling bersahutan, mereka belajar tentang arti kedewasaan. Melalui nada-nada emosional, persahabatan mereka diuji oleh waktu, cinta, dan impian, membentuk melodi indah yang akan terus membekas dalam ingatan selamanya di sekolah.