Shinichirou Nakagami punya kehidupan yang bikin cowok-cowok seumurannya ngiri abis: dia tinggal serumah sama Hiromi Yuasa, siswi idola sekolah. Tapi, Hiromi yang biasanya ceria berubah jadi pendiam dan dingin banget sejak ibunya meninggal. Di saat teman-temannya sibuk cemburu sama Shinichirou, muncul gosip baru gara-gara dia ketemu sama Noe Isurugi, cewek aneh yang katanya bisa ngutuk orang dan kutukannya itu selalu kejadian beneran.
Noe sempat ngasih kutukan ke Shinichirou juga. Tapi, katanya kalau mau ngutuk orang, kita harus siap-siap kena batunya sendiri. Ternyata benar, kutukan Noe malah balik ke dia sendiri dalam bentuk musibah yang menimpa ayam kesayangannya, Raigomaru. Anehnya, Noe nggak nangis sama sekali karena dia ngerasa air matanya udah dicuri.
Supaya Noe bisa nangis lagi, dia butuh air mata dari orang lain. Di saat itulah, Shinichirou malah kepikiran satu orang yang air matanya pengin banget dia hapus.
Dunia bisbol profesional Amerika Serikat menjadi medan tempur baru yang menantang. Goro Honda nekat terbang demi mengejar mimpi sebagai pitcher tangguh. Atmosfer kompetitif ini memaksa setiap atlet untuk bertahan hidup di tengah kerasnya liga minor yang kejam.
Goro Honda harus beradaptasi dengan budaya asing yang sangat berbeda. Kepribadiannya yang keras kepala sering kali memicu gesekan dengan rekan setim. Ia pun harus membuktikan bahwa kemampuannya mampu melampaui ekspektasi tinggi para pelatih lokal di sana.
Hubungan antara Joe Gibson Jr. dan sang protagonis kian memanas dalam persaingan sengit. Keduanya saling memendam ambisi pribadi yang kuat, menciptakan dinamika rivalitas yang penuh tekanan. Ketegangan di atas lapangan bisbol pun semakin sulit dikendalikan.
Kehadiran Toshiya Sato di sisi lain memberikan dukungan moral krusial bagi Goro. Meski dipisahkan jarak, ikatan persahabatan mereka tetap terjaga, menjadi jangkar di saat keadaan menjadi semakin rumit. Kepercayaan inilah yang memicu semangat juang luar biasa.
Tekanan mental dan fisik menjadi ujian berat dalam meniti karier sebagai pemain profesional. Setiap lemparan adalah pertaruhan harga diri demi meraih pengakuan dunia. Mampukah sang atlet mewujudkan impian besarnya di tengah badai kompetisi yang tak pernah henti?