Dunia bisbol profesional menjadi latar megah bagi drama keluarga yang menyentuh hati ini. Mengisahkan perjuangan seorang anak kecil yang terobsesi dengan olahraga tersebut, di mana keringat dan air mata menjadi saksi bisu impian masa kecil yang besar.
Goro Honda adalah bocah energik yang mengidolakan ayahnya. Sebagai pemain bisbol liga utama, sang ayah menjadi pahlawan sekaligus mentor baginya. Keduanya berbagi ikatan kuat, namun bayang-bayang kerasnya kompetisi selalu menghantui mereka berdua.
Kehidupan berubah drastis ketika tragedi mulai menguji mental bocah itu. Di sekolah, ia bertemu dengan Toshiya Sato, seorang teman yang kelak menjadi rival sekaligus pendukung setianya di lapangan hijau. Persahabatan mereka diwarnai penuh emosi.
Sikap keras kepala dan pantang menyerah menjadikan ia sosok yang unik di mata teman-temannya. Meski sering dianggap nekat, ketulusan cintanya pada bisbol perlahan meruntuhkan ego orang di sekitarnya. Tantangan demi tantangan pun siap ia hadapi dengan berani.
Kini, ia harus membuktikan kapasitas dirinya di bawah tekanan publik dan ekspektasi yang tinggi. Di tengah peliknya kehidupan, ia bertekad mengukir sejarah lewat lemparan bola panasnya, membuktikan bahwa semangat juang takkan pernah padam oleh rintangan.
Dunia remaja yang monoton bagi seorang pemuda berubah total saat ia menyelamatkan seekor anjing unik. Peristiwa tak terduga ini membawanya masuk ke dalam kancah musik rock bawah tanah yang penuh gairah, perjuangan, serta ambisi besar untuk menggapai mimpi.
Yukio Tanaka adalah remaja membosankan yang merasa hidupnya tanpa tujuan. Pertemuannya dengan gitaris jenius bernama Ryusuke Minami seketika membuka cakrawala baru, mengajarkannya bahwa nada gitar bisa mengubah segalanya menjadi sangat berarti.
Keduanya segera membentuk grup musik bersama rekan berbakat lainnya, termasuk Taira Yoshiyuki yang ahli bass. Hubungan mereka diuji oleh ego, perbedaan visi, dan tekanan keras industri musik yang seringkali tidak bersahabat bagi musisi indie.
Maho Minami hadir sebagai sosok penyemangat sekaligus pemberi warna dalam dinamika band. Kehadirannya memicu berbagai konflik emosional, memaksa setiap anggota band untuk mendewasakan diri serta mencari jati diri mereka di balik gemuruh suara distorsi.
Perjalanan mereka bukan sekadar soal popularitas, melainkan tentang keberanian mengejar mimpi di tengah dunia yang tak selalu mendukung. Mampukah mereka tetap setia pada idealisme saat godaan besar dan kenyataan pahit terus menghalangi panggung besar mereka?