Sepuluh tahun lalu, umat manusia nyaris punah pas mendadak muncul gate—portal misterius ke dimensi lain yang isinya monster-monster kebal senjata modern. Untungnya, barengan sama munculnya portal itu, sebagian manusia tiba-tiba dapet kekuatan super dan berubah jadi hunter. Tugas mereka adalah masuk ke dalam gate buat ngebersihin sarang monster di sana, sampai akhirnya banyak dari mereka yang mutusin bikin guild biar bisa dapet cuan dan bertahan hidup.
Di sinilah kita ketemu sama Sung Jin-Woo, seorang hunter peringkat E yang dapet julukan ngenes: "Hunter Terlemah di Dunia". Pas lagi ikutan razia di dungeon yang harusnya aman dan level rendah, Jin-Woo dan timnya gak sengaja nemu terowongan rahasia yang mengarah ke area tersembunyi. Kegoda sama bayangan bakal dapet harta karun melimpah, mereka nekat masuk ke dalam, tanpa tahu kalau di sana udah nunggu teror mengerikan yang di luar nalar.
Ajaibnya, Jin-Woo berhasil selamat dari pembantaian itu dan mendadak punya akses ke sebuah interface (layar sistem) misterius yang cuma bisa dilihat sama dia sendiri. Sistem game gaib ini ngejanjiin kekuatan dewa yang selama ini selalu dia impikan—tapi tentu aja, di dunia ini nggak ada makan siang gratis dan semua kekuatan itu ada harganya!
Musim kedua ini membawa kita kembali ke kehidupan sekolah yang penuh gejolak emosi. Dinamika antara dua remaja yang awalnya canggung kini mulai memasuki fase baru yang lebih dalam. Ketegangan romantis pun meningkat seiring munculnya berbagai tantangan.
Kyotaro Ichikawa, seorang penyendiri yang penuh imajinasi gelap, kini harus menghadapi kenyataan bahwa dunianya telah berubah. Kehadiran sosok yang ia kagumi terus menguji dinding pertahanan emosionalnya dan perlahan menghancurkan rasa minder dirinya.
Di sisi lain, Anna Yamada yang populer dan ceria justru menunjukkan sisi rapuh yang hanya diketahui oleh sang protagonis. Interaksi mereka bukan lagi sekadar rahasia, melainkan sebuah ikatan tulus yang mulai membuat jantung berdegup lebih kencang.
Konflik internal kian mendalam saat keduanya berupaya jujur pada perasaan masing-masing. Tekanan sosial dan keraguan diri seringkali menghambat langkah mereka, namun momen-momen manis di sekolah menjadi pengingat bahwa cinta bisa tumbuh di tempat tak terduga.
Menuju puncak cerita, batasan antara teman dan kekasih semakin kabur. Apakah mereka mampu mengatasi kecanggungan dan ego masing-masing? Musim ini menjanjikan perjalanan emosional yang menggetarkan hati tentang keberanian untuk mencintai dan menerima diri.