Dunia fantasi ini menilai kejayaan seorang penguasa melalui Peringkat Raja, sebuah daftar yang mengukur kekuatan dan kekayaan kerajaan. Di tengah megahnya istana, muncul keraguan terhadap masa depan karena sang pewaris takhta ternyata tidak seperti raja ideal.
Pangeran Bojji lahir tuli dan lemah fisik, membuatnya dicemooh oleh rakyat dan keluarganya sendiri. Meski dianggap tak mampu memimpin, ia tetap berusaha keras menjaga senyum dan impiannya untuk menjadi raja terhebat yang pernah ada di dunia.
Segalanya berubah saat ia bertemu Kage, sosok bayangan terakhir dari klan pembunuh yang selamat. Ikatan tak terduga pun terbentuk; sang bayangan kini menjadi sahabat setia yang memahami kesepian sekaligus ambisi besar pangeran kecil tersebut.
Konflik memuncak ketika intrik istana mulai mengancam takhta, melibatkan ratu tiruan serta persaingan saudara yang ambisius. Daida, adik Bojji yang tangguh, berdiri sebagai kontras nyata yang semakin menyudutkan posisi pangeran malang di istana itu.
Perjalanan ini bukan sekadar mengejar takhta, melainkan tentang membuktikan keberanian di tengah diskriminasi kejam. Bisakah sang pangeran yang dianggap remeh menantang takdir dan mengubah pandangan dunia yang hanya memuja kekuatan fisik semata?
Kereta misterius menjadi saksi bisu hilangnya banyak penumpang secara tragis di tengah malam yang kelam. Tanjiro Kamado bersama rekan seperjuangannya menaiki lokomotif tersebut guna menyelidiki teror iblis yang bersembunyi dalam bayang-bayang gerbong demi menghentikan korban jiwa yang terus bertambah.
Sang Hashira Api, Kyojuro Rengoku, memimpin misi ini dengan tekad baja. Sosoknya yang karismatik dan penuh semangat memberikan rasa aman, sekaligus menjadi panutan bagi Tanjiro Kamado dalam mengasah kemampuan teknik pernapasan untuk menghadapi ancaman iblis yang jauh lebih kuat.
Di sisi lain, Zenitsu Agatsuma dan Inosuke Hashibira turut larut dalam situasi genting ini. Mereka harus berhadapan dengan jebakan halus yang mengancam kesadaran, di mana mimpi indah menjadi senjata mematikan untuk menjebak para pembasmi iblis dalam tidur yang tak berujung.
Konflik memuncak saat iblis tingkat atas muncul dengan kekuatan manipulasi mimpi yang mengerikan. Setiap detik menjadi pertaruhan nyawa bagi mereka semua, memaksa setiap pendekar pedang untuk menggali potensi terdalam dan menjaga kewarasan agar tidak tersesat dalam ilusi yang dibuat musuh.
Pertempuran di atas rel kereta ini bukan hanya soal pedang, tapi ujian tentang keberanian dan pengorbanan yang sesungguhnya. Akankah para pendekar ini berhasil melampaui batas diri mereka demi melindungi penumpang dari kejahatan iblis yang haus akan darah manusia?