Musim ketiga ini membawa dinamika kompetisi Karuta ke level lebih intens dengan taruhan yang kian tinggi bagi anggota klub. Persaingan nasional yang memanas memaksa setiap pemain untuk berhadapan dengan keterbatasan diri dan harapan besar mereka.
Chihaya Ayase tetap menjadi jiwa penggerak klub dengan semangatnya yang membara. Ia berusaha menyeimbangkan ambisi pribadinya untuk menjadi ratu karuta dengan tanggung jawab sebagai kapten yang harus membimbing anggota timnya menuju kesuksesan.
Di sisi lain, Taichi Mashima menghadapi gejolak batin yang rumit. Hubungan emosionalnya dengan Chihaya serta perjuangan untuk mengejar ketertinggalan bakatnya membuat posisinya di klub menjadi sangat krusial sekaligus penuh dengan tekanan yang berat.
Arata Wataya kembali hadir dengan tekad baja untuk membuktikan kemampuannya di panggung profesional. kehadirannya memicu kembali percikan persaingan lama sekaligus tantangan bagi Chihaya dan Taichi untuk membuktikan sejauh mana perkembangan kemampuan mereka.
Ketiganya terikat dalam benang takdir yang rumit, di mana setiap kartu yang diambil mencerminkan impian dan cinta yang terpendam. Menuju puncak kejuaraan, mereka harus memilih antara ego pribadi atau rasa persaudaraan yang telah lama menyatukan jalan hidup.