Eropa abad ke-11 diguncang oleh invasi brutal kaum Viking yang haus akan kekuasaan. Di tengah kekacauan perang yang kejam ini, legenda para prajurit tangguh diangkat melalui kisah pedang, darah, dan ambisi untuk menguasai tanah baru yang penuh janji.
Thorfinn adalah seorang pemuda yang hidup di tengah medan tempur, didorong oleh kebencian mendalam setelah keluarganya hancur. Ia terpaksa bergabung dengan kelompok tentara bayaran demi membalaskan dendam kesumat kepada sosok pemimpin yang dibencinya.
Hubungan antara Thorfinn dan Askeladd menjadi inti konflik yang mendebarkan. Sebagai sosok yang membunuh ayahnya, Askeladd justru menjadi mentor licik yang mengajarkan arti bertahan hidup di dunia keras yang tak kenal ampun.
Sementara itu, Canute muncul sebagai pangeran yang tampak lemah namun memendam tekad besar untuk mengubah dunia. Pertemuan tak terduga dengan Thorfinn memicu perubahan drastis dalam hidup mereka, memicu persaingan sekaligus aliansi yang rumit.
Ketegangan memuncak saat mereka terjebak dalam politik kejam dan perebutan takhta yang berdarah. Tema tentang makna kekuatan sejati, pengampunan, dan pencarian jati diri di tanah Vinland yang legendaris menjadi ujian berat bagi moralitas setiap karakternya.
Dunia berubah dalam sekejap ketika cahaya misterius membatu seluruh umat manusia selama ribuan tahun. Peradaban modern runtuh dan alam liar menguasai bumi. Di tengah kekacauan itu, seorang remaja jenius terbangun untuk memulai petualangan sains yang epik.
Senku Ishigami adalah pemuda brilian yang bertekad membangkitkan dunia dari zaman batu menggunakan kekuatan ilmu pengetahuan. Dengan otak tajam dan tekad baja, ia berusaha menciptakan teknologi dari nol demi menyelamatkan sisa umat manusia di bumi.
Ia dibantu oleh Taiju Oki, sahabatnya yang memiliki fisik luar biasa kuat namun berhati lembut. Bersama-sama, mereka harus menghadapi kerasnya alam liar serta ancaman dari manusia lain yang memiliki ideologi berbeda tentang masa depan dunia ini.
Munculnya Tsukasa Shishio, sang petarung terkuat, menciptakan konflik besar bagi mereka. Ia menentang kebangkitan orang dewasa karena dianggap korup, sehingga ia lebih memilih dunia tanpa teknologi demi membangun tatanan hidup yang lebih murni lagi.
Dinamika antara kecerdasan sains dan kekuatan fisik menjadi kunci utama perjuangan mereka. Perang ideologi pun tak terelakkan di antara puing-puing sejarah, menantang para karakter untuk membuktikan apakah akal budi mampu menaklukkan kebrutalan zaman batu.