Kenalin nih, Decim, sosok misterius yang jadi bartender sekaligus hakim di bar Quindecim. Tugas utamanya simpel tapi berat banget: dia harus memandu orang-orang yang baru meninggal buat main game taruhan nyawa. Tujuannya bukan cuma buat seru-seruan, tapi buat ngebongkar sisi gelap dan kepribadian asli mereka biar dia bisa nentuin apakah mereka layak buat reinkarnasi atau bakal dikirim ke kehampaan.
Awalnya, Decim itu kaku banget dan beneran kayak robot yang cuma jalanin SOP. Dia nggak punya emosi dan selalu bersikap netral dalam menilai setiap tamu. Tapi, semuanya berubah pas dia ketemu sama asisten manusianya yang dikenal sebagai Chiyuki. Kehadiran Chiyuki bikin cara pandang Decim soal emosi manusia jadi berubah drastis, bahkan dia mulai belajar apa itu perasaan yang sebenernya.
Seiring berjalannya waktu, Decim jadi arbiter yang jauh lebih manusiawi dan penuh rasa empati. Meskipun dia tetap harus menjalankan tugasnya, dia mulai paham kalau setiap keputusan yang dia buat itu punya beban moral yang gede banget. Pokoknya, perkembangan karakter dia itu salah satu yang paling bikin baper dan bikin kita mikir ulang soal arti hidup dan kematian.
Sinopsis
ORI IN GAME