Kalau kamu nonton Hyouge Mono, pasti nggak asing sama Senno Soueki, alias Sen no Rikyu yang legendaris itu. Dia ini bukan cuma sekadar tukang bikin teh biasa, tapi bapaknya estetika Wabi-sabi yang bikin para samurai sangar zaman Sengoku jadi pada tunduk. Gayanya yang tenang dan terkesan misterius bikin dia jadi sosok yang dihormati sekaligus ditakuti di kalangan penguasa.
Hubungannya sama si protagonis, Furuta Sasuke, itu seru banget buat disimak. Soueki tuh kayak mentor yang bikin Sasuke makin terobsesi sama keindahan barang-barang keramik dan seni. Meskipun dia kelihatan kalem, Soueki sebenarnya pinter banget main taktik politik di balik upacara tehnya, bikin orang-orang di sekitarnya sering kena mental gara-gara pemikirannya yang dalem banget.
Yang bikin dia unik adalah gimana dia memandang dunia lewat mangkuk teh yang simpel, padahal suasana politik waktu itu lagi kacau balau karena ambisi para warlord. Dia tetep pegang teguh prinsipnya meski harus berhadapan langsung dengan kekuasaan besar seperti Toyotomi Hideyoshi. Pokoknya, Soueki itu karakter yang ngebuktiin kalau seni teh bisa jadi senjata yang lebih tajam daripada pedang katana.