Di anime Hyouge Mono, Tokugawa Ieyasu digambarkan sebagai sosok yang jauh dari kesan penguasa yang angkuh. Dia itu tipe orang yang super sabar, tipe-tipe 'nrimo' yang lebih milih buat nunggu waktu yang tepat daripada buru-buru cari masalah. Dia pinter banget main peran, sampai-sampai banyak tokoh lain kayak Oda Nobunaga atau Toyotomi Hideyoshi yang seringkali meremehkan atau nggak sadar kalau dia itu sebenarnya lagi menyusun strategi besar buat masa depan.
Kelihaian dia bukan cuma soal perang atau politik, tapi juga soal memahami estetika dan cara 'membaca' orang lain. Dia sering banget ngamatin gerak-gerik Furuta Sasuke dan para penikmat teh lainnya, bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi sebagai cara buat paham siapa lawan atau kawan yang bisa dia manfaatin. Dia tahu kapan harus tunduk dan kapan harus narik tuas kekuasaan biar rencananya tetap mulus tanpa terdeteksi.
Intinya, Ieyasu di serial ini adalah definisi 'diam-diam menghanyutkan' yang sesungguhnya. Dia nggak butuh panggung yang heboh buat dibilang hebat, karena dia percaya kalau yang paling sabar dan paling terakhir berdiri itulah yang bakal menang di akhir permainan. Gaya kepemimpinannya yang kalem tapi mematikan ini yang bikin dia akhirnya sukses jadi shogun dan mengakhiri era perang yang berdarah-darah.