Kalau ngomongin soal Masaki Masakazu, dia ini tipe cowok SMA yang punya trauma mendalam sama android. Sejak kecil, dia ngerasa android itu cuma alat yang nggak punya perasaan, apalagi setelah kejadian yang bikin dia nggak percaya sama mereka sama sekali. Makanya, dia hidup dengan prinsip tegas buat nggak memperlakukan robot layaknya manusia.
Semuanya mulai berubah pas dia nggak sengaja nemuin Kafe Eve, tempat di mana aturan utamanya adalah nggak ngebedain antara manusia dan android. Di sana, dia ketemu sama Sammy, android miliknya sendiri yang ternyata punya kepribadian unik di luar pengawasan dia. Awalnya sih dia kaget dan bingung banget, tapi perlahan dia mulai sering mampir ke kafe itu buat cari tahu kebenarannya.
Lewat interaksinya di kafe, Masakazu akhirnya belajar kalau garis pemisah antara manusia dan android ternyata nggak setegas yang dia pikirin dulu. Dia jadi lebih terbuka dan mulai melihat android sebagai entitas yang punya emosi, bukan cuma sekadar mesin dingin. Perjalanan dia di sini bener-bener jadi proses pendewasaan diri yang bikin dia lebih bijak soal hubungan antar makhluk.