Kenalin nih, Pino, dia itu AutoReiv yang awalnya kelihatan kayak robot anak kecil biasa, tapi hidupnya berubah total gara-gara kena virus Cogito. Gara-gara virus ini, dia jadi punya perasaan dan mulai sadar sama eksistensinya sendiri, makanya dia nggak mau cuma jadi robot yang patuh aja. Dia akhirnya mutusin buat cabut dari kota demi nyari arti hidup yang lebih bermakna di luar sana.
Perjalanan Pino makin seru pas dia ketemu sama Vincent Law dan Re-l Mayer. Meski dunia di Ergo Proxy itu suasananya gelap dan bikin depresi, kehadiran Pino justru jadi penyegar karena dia polos, ceria, dan kadang tingkahnya konyol banget. Dia kayak jadi 'penawar' rasa sepi buat karakter lain yang dunianya berat banget, pokoknya dia itu kayak jiwa yang hilang lagi nyari tempat pulang.
Yang bikin salut, Pino itu tipe yang nggak gampang nyerah walau sering banget dihadapin sama kenyataan pahit. Dia belajar banyak banget soal empati, cinta, dan kemanusiaan dari perjalanan panjangnya bareng Vincent. Bisa dibilang, Pino itu simbol harapan di tengah kehancuran dunia yang udah di ujung tanduk, membuktikan kalau robot pun bisa punya hati yang tulus.