Kalau kamu bayangin sosok Jesus yang kaku dan serius, kamu bakal kaget banget pas lihat dia di Saint Young Men. Ceritanya, dia lagi bosen sama kehidupan surga dan memutuskan buat liburan bareng sahabatnya, Buddha, dengan nyewa apartemen murah di daerah Tachikawa, Tokyo. Di sini, dia bener-bener jadi sosok pemuda biasa yang hobi banget nge-blog dan nulis status galau di internet.
Keseharian Jesus ini kocak banget karena dia gampang banget merasa minder atau malah terlalu gampang percaya sama orang lain. Dia sering banget belanja barang-barang nggak penting gara-gara diskon, bahkan sampai pernah dikira selebritis atau komedian gara-gara mukanya yang mirip banget sama wajah di lukisan bersejarah. Belum lagi kelakuannya yang sering bikin Buddha geleng-geleng kepala karena dia suka boros dan impulsif pas lagi belanja.
Meskipun statusnya sebagai anak Tuhan, Jesus nggak pernah pamer kekuatan secara berlebihan dan lebih milih buat menikmati hidup sebagai 'orang normal'. Dia punya empati yang luar biasa gede dan selalu berusaha tampil ramah ke siapa pun yang dia temui. Pokoknya, melihat dia berjuang menjalani hidup di tengah modernitas Jepang itu bener-bener hiburan yang bikin kita sadar kalau sosok legendaris pun bisa punya sisi manusiawi yang unik.