Kalau ngomongin Yoshino Takatsuki, dia itu sosok yang cukup menonjol di sekolah karena pembawaannya yang tomboi abis. Meskipun secara fisik dia cewek, Yoshino merasa kalau jiwanya lebih cocok jadi cowok. Dia nggak nyaman banget harus pakai rok atau bersikap manis kayak standar anak perempuan pada umumnya, dan itu bikin dia sering ngerasa nggak jadi diri sendiri.
Di sinilah dia ketemu sama Nitori Shuichi, teman sekelasnya yang punya pergumulan serupa tapi dalam konteks yang beda. Mereka berdua akhirnya jadi temen curhat yang paling ngerti satu sama lain. Hubungan mereka itu unik banget karena di tengah masa puber yang membingungkan, mereka cuma punya satu sama lain buat berbagi rahasia soal identitas gender yang nggak bisa mereka omongin ke orang lain.
Perjalanan Yoshino emang nggak gampang, penuh sama konflik batin dan drama masa remaja. Dia harus berhadapan sama ekspektasi lingkungan, keluarga, sampai perasaan pribadinya yang makin kompleks. Tapi lewat cerita ini, kita bisa liat gimana Yoshino pelan-pelan belajar buat menerima dirinya sendiri dan berani ngadepin dunia, meskipun prosesnya kadang bikin geregetan dan haru di saat yang bersamaan.
Sinopsis