Kenjaku, dalang di balik sosok Noritoshi Kamo dan Suguru Getou, resmi memulai babak baru dari rencana seribu tahunnya buat maksa manusia berevolusi sekaligus memusnahkan mereka yang nggak punya bakat sihir. Karena Satoru Gojo sukses disegel akibat insiden berdarah di Shibuya, para petinggi dunia jujutsu langsung mengambil kesempatan buat ngaktifin lagi hukuman mati buat Yuji Itadori. Di sisi lain, Yuji yang nggak tahu apa-apa lagi sibuk patroli bareng Choso di jalanan Tokyo yang udah kayak kota mati demi ngebabat habis semua kutukan yang lewat.
Sementara itu, konflik internal keluarga penyihir makin panas. Naoya Zenin yang sombongnya selangit langsung mencak-mencak pas tahu kalau Megumi Fushiguro yang malah kepilih jadi kepala klan Zenin berikutnya. Demi memancing Megumi keluar buat dihabisi, Naoya mutusin buat ngejar Yuji. Sialnya buat Yuji, Yuta Okkotsu yang baru balik dari luar negeri ternyata juga udah diutus dan bergerak buat jadi algojo yang bakal mengeksekusi dirinya.
Di tengah situasi yang makin semrawut ini, Kenjaku resmi memulai "Culling Game"—sebuah kompetisi battle royale sadis di seluruh penjuru Jepang yang maksa para penyihir jujutsu buat saling bunuh demi poin. Nggak ada pilihan lain, para penyihir muda pun terpaksa ikutan terjun ke medan perang demi menyelesaikan dendam lama, nyari cara buat ngebebasin Gojo, dan menyelamatkan dunia jujutsu dari kehancuran!
Abis berhasil menang dramatis melawan SMA Aoba Jousai, SMA Karasuno—yang dulunya sempat diejek sebagai "raksasa yang jatuh" atau "gagak yang gak bisa terbang"—akhirnya sukses melaju ke babak final Turnamen Musim Semi. Tapi, langkah mereka buat bisa dapet tiket ke turnamen nasional bener-bener dihadang tembok raksasa. Karasuno kudu wajib mengalahkan sekolah unggulan nomor satu, Akademi Shiratorizawa, yang terkenal sebagai raja terakhir di prefektur mereka.
Rintangan paling mematikan buat Karasuno adalah ace andalan Shiratorizawa, Wakatoshi Ushijima. Cowok ini bukan cuma pemain nomor satu di Prefektur Miyagi, tapi juga masuk dalam jajaran tiga besar ace terbaik di seluruh Jepang yang pukulannya setara monster. Cuma tim terkuat yang bisa lolos ke tingkat nasional, dan karena laga ini adalah kesempatan terakhir bagi anak-anak kelas tiga buat main di nasional, Karasuno gak punya pilihan selain ngeluarin semua modal teknik yang udah mereka pelajari selama kamp pelatihan kemarin.
Baku hantam di lapangan voli ini dipastikan bakal berjalan super menegangkan, penuh tensi, sekaligus bikin merinding. Berbekal kombinasi serangan cepat Hinata-Kageyama dan pertahanan solid yang digalang Tsukishima, Karasuno bakal berjuang mati-matian buat menumbangkan sang raja. Pertempuran antara sang gagak melawan burung elang putih pun resmi dimulai!