Kenalin nih, Yoshihide. Dia ini seorang pelukis yang bener-bener gila kerja, atau lebih tepatnya gila seni. Hidupnya cuma muter di depan kanvas dan dia punya prinsip kalau dia nggak bakal melukis apa pun yang belum pernah dia lihat langsung dengan mata kepalanya sendiri. Sifatnya yang keras kepala dan cenderung dingin bikin orang di sekitarnya, termasuk murid-muridnya, sering ngerasa risih dan takut sama dia.
Masalah mulai makin runyam pas dia dapet tugas dari penguasa kejam buat ngelukis pemandangan neraka. Yoshihide yang perfeksionis ini ngerasa lukisannya kurang "nyawa", sampai akhirnya dia punya ide gila buat ngeliat langsung seseorang yang lagi kebakar. Sayangnya, obsesi ini malah bikin dia harus berhadapan dengan kenyataan pahit yang melibatkan anak kesayangannya sendiri, Yosihide's Daughter.
Di akhir cerita, kita bakal liat gimana ambisi seni bisa ngerusak moral seseorang. Pas dia ngeliat anaknya tewas di dalam kereta yang dibakar, bukannya sedih karena kehilangan, dia malah ngerasa takjub sama keindahan api itu. Ini momen yang bener-bener nyesek sekaligus bikin merinding, karena Yoshihide akhirnya sadar kalau dia udah nukar kemanusiaannya demi sebuah karya agung yang selama ini dia dambakan.