Di dunia Tokugawa Ieyasu yang penuh kekacauan, dia bukan tipe pemimpin yang hobi asal tebas atau haus darah. Dia punya visi yang beda banget, yaitu pengen menyatukan Jepang lewat kekuatan ikatan antar manusia. Meskipun badannya kekar dan jago berantem, dia lebih milih buat ngajak lawan bicara baik-baik daripada langsung perang kalau emang bisa dihindari.
Perjalanan Ieyasu makin menantang pas dia harus berhadapan dengan Ishida Mitsunari yang menyimpan dendam kesumat gara-gara kematian Toyotomi Hideyoshi. Hubungan mereka yang dulunya akrab malah berubah jadi permusuhan yang intens banget. Ieyasu terus berusaha buat ngerangkul Mitsunari sambil tetep teguh sama prinsip kedamaian yang dia yakini buat masa depan negerinya.
Puncak aksi Ieyasu ada di film The Last Party, di mana dia harus berjuang habis-habisan di medan perang Sekigahara. Dengan semangat yang membara dan dukungan dari kawan-kawannya, dia membuktikan kalau seorang pemimpin sejati itu nggak cuma modal otot, tapi juga hati yang tulus buat nyatuin semua orang di bawah panji kedamaian yang dia impi-impikan.