Dunia mikroskopis yang biasanya tak terlihat kini terpampang nyata di depan mata. Anime bergenre komedi edukatif ini membawa penonton masuk ke kehidupan kampus pertanian yang unik, di mana bakteri bukan sekadar kuman, melainkan makhluk lucu yang penuh kepribadian.
Tadayasu Sawaki adalah mahasiswa baru yang menyimpan rahasia aneh. Dia memiliki kemampuan khusus untuk melihat serta berkomunikasi dengan mikroorganisme. Keahlian tak lazim ini sering kali membuatnya berada dalam situasi sosial yang cukup kikuk.
Bersama sahabatnya, Kei Yuuki, ia menapaki kehidupan kuliah yang penuh warna. Kei yang memiliki latar belakang keluarga produsen sake menjadi teman setia Tadayasu, meskipun mereka sering menghadapi tekanan akademik di bawah bimbingan profesor eksentrik.
Ada pula Haruka Hasegawa, mahasiswi pascasarjana yang tegas dan sangat ambisius. Kehadirannya menambah dinamika menarik dalam grup, sering kali memaksa Tadayasu untuk menggunakan bakat uniknya demi membantu riset laboratorium yang rumit dan menantang.
Ketegangan muncul saat rahasia Tadayasu mulai terancam terbongkar, memicu konflik internal dan eksternal. Di balik tawa dan kelucuan bakteri, tersimpan pelajaran mendalam tentang sains, persahabatan sejati, dan bagaimana perspektif kecil mengubah dunia.
Dunia mikrobiologi tidak pernah semenarik ini dalam komedi slice-of-life yang unik. Kampus pertanian menjadi latar utama saat sekumpulan mahasiswa berusaha memahami eksistensi bakteri kasat mata yang bisa diajak berkomunikasi oleh individu terpilih.
Tadayasu Sawaki adalah mahasiswa tahun pertama yang memiliki kemampuan langka melihat mikroba. Berkat bakat aneh ini, dia terjebak dalam dinamika kampus yang penuh eksperimen gila dan riset mikrobiologi bersama teman-temannya yang eksentrik.
Kei Yuki, sahabat masa kecil Sawaki, mendadak berubah drastis setelah kembali dari luar negeri. Perubahan drastis ini memicu konflik batin mendalam serta menguji ikatan persahabatan mereka di tengah ketatnya persaingan penelitian di laboratorium.
Di sisi lain, Profesor Itsuki yang ambisius terus memanfaatkan kemampuan Sawaki untuk tujuan pribadinya. Situasi semakin rumit karena ada banyak rahasia tersembunyi di balik fermentasi makanan tradisional dan interaksi bakteri yang terus berkembang.
Ketegangan memuncak saat mereka menghadapi krisis laboratorium yang mengancam kredibilitas tim. Melalui lensa mikroba, mereka belajar bahwa kolaborasi dan integritas adalah kunci bertahan hidup di dunia sains yang sangat kompetitif sekaligus sangat memikat.