Kenalin nih, Shana, si Flame Haze yang ikonik banget dengan rambut merah menyalanya. Dia ini aslinya punya tugas berat buat ngejaga keseimbangan dunia dengan membasmi monster yang disebut Denizen. Hidupnya awalnya cuma fokus ke misi doang, makanya dia kelihatan dingin dan cuek banget sama sekelilingnya, apalagi dia nggak punya nama asli sampai akhirnya dikasih panggilan itu.
Nah, pas dia ketemu sama Yuji Sakai, dunianya mulai berubah total. Di musim kedua ini, hubungan mereka makin kompleks karena Shana mulai ngerasain emosi manusia yang sebelumnya asing banget buat dia. Dia yang biasanya cuma tahu soal pedang dan bertarung, eh malah jadi sering baper gara-gara urusan perasaan yang bikin dia jadi cewek yang lebih ekspresif dan kadang gemesin.
Meskipun sering banget bilang 'urusai, urusai, urusai!' pas lagi malu atau kesal, sebenarnya dia itu setia banget dan bakal ngelindungin orang yang dia sayang sampai titik darah penghabisan. Perjalanannya di season kedua ini bener-bener nunjukin gimana Shana berjuang buat menyeimbangkan identitasnya sebagai pembasmi monster sekaligus belajar jadi gadis remaja biasa yang punya perasaan.