Epos legendaris ini menyatukan sejarah dan masa depan dalam sebuah jalinan takdir yang rumit. Melalui lensa sci-fi filosofis, kisah ini mengeksplorasi hasrat manusia akan keabadian yang tersembunyi di balik darah mistis burung api pembawa kutukan.
Sosok Hinotori hadir sebagai entitas abadi yang menyaksikan keserakahan umat manusia melintasi lintas waktu. Ia menjadi saksi bisu betapa ambisi, cinta, dan pengkhianatan selalu berulang dalam siklus kehidupan yang sangat kejam serta dingin.
Nagi muncul sebagai sosok pemberani yang harus menanggung beban masa lalu di tengah kekacauan dunia. Pertemuannya dengan berbagai individu dari era berbeda memicu konflik batin tentang makna eksistensi, di mana kebenaran sering kali terasa menyakitkan.
Hubungan antar karakter digambarkan dengan sangat dramatis, menyoroti ego yang menghancurkan peradaban demi secuil harapan hidup. Mereka terperangkap dalam arus nasib yang dipicu oleh kekuatan magis burung agung yang tak bisa dikendalikan oleh siapapun juga.
Ketegangan memuncak saat batas antara moralitas dan ambisi mulai kabur dalam pencarian jati diri yang melelahkan. Apakah manusia sanggup menerima kenyataan pahit, atau justru terjebak selamanya dalam jeratan mimpi buruk tentang kehidupan yang kekal abadi?
Jauh di masa depan, alam semesta menjadi panggung bagi drama eksistensial yang sunyi. Sebuah stasiun ruang angkasa terpencil menjadi saksi bisu misteri tak terpecahkan, di mana batas antara realitas dan ilusi memudar, menciptakan atmosfer sci-fi yang sangat mencekam.
Seorang petugas bernama Makimura yang dingin dan sinis terjebak dalam rutinitas hampa di stasiun tersebut. Kedatangan rekannya yang penuh rasa ingin tahu, Nana, memicu percikan konflik batin serta ketegangan emosional yang kian tak terbendung lagi.
Hubungan antara keduanya pun semakin rumit saat Saruta, sang komandan yang misterius, mulai bertindak di luar nalar. Ia terobsesi pada rahasia besar yang tersembunyi di balik kehampaan ruang angkasa, memaksa mereka menghadapi ketakutan terdalam yang selama ini terpendam.
Ketika anomali ruang waktu mulai menguji kewarasan mereka, perselisihan pun tak terhindarkan. Ego yang berbenturan dan rahasia kelam masa lalu masing-masing karakter perlahan terungkap, menjadikan ruang sempit stasiun itu sebagai ladang pertempuran bagi psikis mereka.
Apakah mereka mampu selamat dari jeratan nasib yang kejam? Pertanyaan mengenai makna kehidupan dan keabadian menjadi kunci utama dalam perjalanan penuh bahaya ini, menantang nyali para kru untuk menentukan takdir mereka sendiri di tengah luasnya galaksi yang bisu.
Zaman Nara yang penuh intrik politik dan spiritual menjadi panggung utama drama kolosal ini. Di tengah kekacauan era pembangunan kuil megah, takdir manusia saling bersilangan dengan legenda burung abadi yang dipercaya membawa keabadian bagi pemiliknya.
Seorang pencuri ulung bernama Gaou hidup dengan penuh kebencian karena cacat fisik yang ia miliki sejak lahir. Hidupnya berubah drastis setelah ia bertemu dengan seorang biarawan bijak yang mengubah arah pandangannya tentang kehidupan.
Di sisi lain, terdapat pematung jenius bernama Akanemaru yang memiliki ambisi besar untuk mengukir karya seni legendaris. Keduanya terikat dalam rivalitas pahit, di mana perbedaan visi seni dan moralitas menjadi pemicu konflik yang mendalam.
Burung legendaris yang agung pun hadir sebagai saksi bisu atas ambisi manusia yang tak pernah padam. Keberadaannya memicu keserakahan dan obsesi yang membuat setiap karakter mempertanyakan esensi keberadaan mereka di dunia yang sangat tidak adil ini.
Perseteruan antara dua seniman ini mencapai titik didih saat mereka berupaya menggapai keabadian melalui karya masing-masing. Di sinilah mereka harus menghadapi konsekuensi karma yang akan menentukan nasib jiwa mereka selamanya di depan takdir.
Zaman kuno yang penuh gejolak di tanah Yamato menjadi saksi bisu perebutan kekuasaan yang kejam. Di tengah ancaman kehancuran, legenda tentang burung api abadi mulai menyebar luas, memicu ambisi liar dari para penguasa yang ingin meraih keabadian surgawi.
Pangeran Oguna harus menanggung beban berat karena diperintahkan membunuh musuh ayahnya demi kestabilan takhta. Ia terjebak dalam dilema moral yang mendalam saat menyadari bahwa setiap tindakan penuh darah hanya demi ego kekuasaan yang tiada habisnya.
Hubungan pelik tercipta kala ia bertemu Kaji, sosok wanita tangguh yang mengubah pandangannya tentang pengorbanan. Keduanya terjerat dalam permainan politik berdarah yang memaksanya memilih antara kehormatan keluarga atau nurani yang mulai terusik keras.
Di sisi lain, Kaisar Keiko terus memaksakan kehendak demi mengukuhkan dominasi di seluruh wilayah Yamato. Sang kaisar tidak segan mengorbankan nyawa siapa pun, termasuk orang terdekatnya sendiri, demi memburu rahasia burung api yang legendaris dan sangat mistis.
Ketegangan memuncak ketika takdir mempertemukan mereka dengan keajaiban yang bisa mengubah realitas kehidupan. Apakah mereka mampu melepaskan diri dari kutukan ambisi yang mematikan, atau justru tenggelam dalam kehancuran abadi yang telah dirancang oleh sejarah gelap?