Ketika ambisi seni beradu dengan takdir yang kejam, siapakah yang layak mendapatkan anugerah keabadian dari sang burung api legendaris dalam perjalanan epik yang penuh dengan penyesalan, pengabdian, dan kutukan karma?
Sinopsis
Zaman Nara yang penuh intrik politik dan spiritual menjadi panggung utama drama kolosal ini. Di tengah kekacauan era pembangunan kuil megah, takdir manusia saling bersilangan dengan legenda burung abadi yang dipercaya membawa keabadian bagi pemiliknya.
Seorang pencuri ulung bernama Gaou hidup dengan penuh kebencian karena cacat fisik yang ia miliki sejak lahir. Hidupnya berubah drastis setelah ia bertemu dengan seorang biarawan bijak yang mengubah arah pandangannya tentang kehidupan.
Di sisi lain, terdapat pematung jenius bernama Akanemaru yang memiliki ambisi besar untuk mengukir karya seni legendaris. Keduanya terikat dalam rivalitas pahit, di mana perbedaan visi seni dan moralitas menjadi pemicu konflik yang mendalam.
Burung legendaris yang agung pun hadir sebagai saksi bisu atas ambisi manusia yang tak pernah padam. Keberadaannya memicu keserakahan dan obsesi yang membuat setiap karakter mempertanyakan esensi keberadaan mereka di dunia yang sangat tidak adil ini.
Perseteruan antara dua seniman ini mencapai titik didih saat mereka berupaya menggapai keabadian melalui karya masing-masing. Di sinilah mereka harus menghadapi konsekuensi karma yang akan menentukan nasib jiwa mereka selamanya di depan takdir.