Abis beres urusan Ujian Penyihir Kelas Satu, trio maut kita—Frieren si elf, Stark si petarung, dan Fern yang sekarang udah jadi penyihir kelas satu—akhirnya dapet izin buat masuk ke Dataran Tinggi Utara yang terkenal super bahaya. Sepanjang perjalanan mereka menuju Aureole (tempat jiwa-jiwa berkumpul), mereka harus berhadapan sama musuh-musuh yang makin kuat. Situasi ini maksa Stark buat ngelawan rasa inseskurisnya sendiri demi memantapkan mentalnya sebagai tameng utama di lini depan tim.
Di sisi lain, Fern makin menghargai setiap kemampuan dan hadiah yang dia dapetin selama hidupnya, di mana semua itu jadi pengingat manis tentang orang-orang yang dia sayangi. Sementara itu, Frieren masih setia sama janjinya buat lebih memahami manusia. Dia sering kali nostalgia, nginget-nginget lagi momen petualangannya bareng grup Pahlawan dulu, termasuk kenangan singkatnya saat ketemu sama sosok legendaris di masa lalu.
Melihat waktu yang terus berjalan, Frieren diam-diam sempat ragu dan nanya ke diri sendiri: "Gue sebenernya udah berubah belum, sih?" Tapi uniknya, dari setiap keputusan kecil dan sikap simpel yang dia ambil sekarang, kelihatan jelas kalau Frieren sebenernya udah jadi jauh lebih "manusiawi" dibanding dulu tanpa dia sadari sendiri. Perjalanan emosional mereka pun masih terus berlanjut!
Kenjaku, dalang di balik sosok Noritoshi Kamo dan Suguru Getou, resmi memulai babak baru dari rencana seribu tahunnya buat maksa manusia berevolusi sekaligus memusnahkan mereka yang nggak punya bakat sihir. Karena Satoru Gojo sukses disegel akibat insiden berdarah di Shibuya, para petinggi dunia jujutsu langsung mengambil kesempatan buat ngaktifin lagi hukuman mati buat Yuji Itadori. Di sisi lain, Yuji yang nggak tahu apa-apa lagi sibuk patroli bareng Choso di jalanan Tokyo yang udah kayak kota mati demi ngebabat habis semua kutukan yang lewat.
Sementara itu, konflik internal keluarga penyihir makin panas. Naoya Zenin yang sombongnya selangit langsung mencak-mencak pas tahu kalau Megumi Fushiguro yang malah kepilih jadi kepala klan Zenin berikutnya. Demi memancing Megumi keluar buat dihabisi, Naoya mutusin buat ngejar Yuji. Sialnya buat Yuji, Yuta Okkotsu yang baru balik dari luar negeri ternyata juga udah diutus dan bergerak buat jadi algojo yang bakal mengeksekusi dirinya.
Di tengah situasi yang makin semrawut ini, Kenjaku resmi memulai "Culling Game"—sebuah kompetisi battle royale sadis di seluruh penjuru Jepang yang maksa para penyihir jujutsu buat saling bunuh demi poin. Nggak ada pilihan lain, para penyihir muda pun terpaksa ikutan terjun ke medan perang demi menyelesaikan dendam lama, nyari cara buat ngebebasin Gojo, dan menyelamatkan dunia jujutsu dari kehancuran!
Ada seekor makhluk mirip cumi-cumi bernama Happian yang mutusin buat pergi dari planet asalnya demi satu misi mulia: menyebarkan kebahagiaan ke seluruh alam semesta. Pas mendarat di Bumi, alien polos ini malah langsung apes dan hampir aja ditangkap sama manusia. Untungnya, dia diselamatkan oleh seorang anak SD yang gak pernah senyum bernama Shizuka Kuze. Shizuka ngasih dia makan dan ngasih nama panggilan imut: Takopii. Merasa berutang budi, Takopii langsung bertekad bakal ngelakuin apa aja pakai kekuatan ajaibnya demi bisa bikin Shizuka tersenyum lagi.
Tapi ternyata, misi bikin Shizuka senyum itu susahnya minta ampun dan jauh dari kata indah. Shizuka ini hidupnya menderita banget: dia jadi korban bullying brutal sama temen sekelasnya, gak punya sosok ayah, dan ibunya selalu sibuk kerja sampai gak pernah pulang—meskipun skala kegelapan dari masalah-masalah ini awalnya sama sekali gak dipahamin sama Takopii yang kelewat naif. Untungnya, Shizuka masih punya satu-satunya sumber kebahagiaan di dunia ini, yaitu anjing peliharaannya yang setia bernama Chappy.
Melihat kedekatan Shizuka dan Chappy, Takopii makin ngebet pengen bikin anak itu bahagia. Masalahnya, karena Takopii gak paham sama sekali soal kompleksitas emosi dan kejamnya dunia manusia, setiap gadget ajaib yang dia kasih ke Shizuka buat nyelesaiin masalah malah selalu berujung jadi blunder besar dengan konsekuensi yang mengerikan dan berdarah-darah! Takopii pun terpaksa harus belajar memahami sisi kelam manusia secara instan menggunakan tentakelnya sendiri demi menyelamatkan hidup Shizuka.
Amane Fujimiya adalah seorang siswa SMA yang hidup sendirian di sebuah apartemen dengan gaya hidup yang cukup berantakan. Ia tidak peduli soal kebersihan kamar, jarang makan makanan bergizi, dan lebih sering mengandalkan makanan instan. Tepat di sebelah kamarnya, tinggal Mahiru Shiina, siswi tercantik dan paling berprestasi di sekolahnya yang dijuluki sebagai seorang "Malaikat" (Tenshi) karena parasnya yang sempurna, kepribadian yang lembut, serta kemampuannya di berbagai bidang.
Meski bertetangga, Amane dan Mahiru sama sekali tidak pernah bertegur sapa atau berinteraksi di sekolah. Perubahan besar terjadi pada suatu hari hujan deras, saat Amane melihat Mahiru duduk sendirian di taman bermain dengan wajah muram. Tanpa berpikir panjang, Amane meminjamkan payungnya kepada Mahiru dan memilih pulang dengan kehujanan. Keesokan harinya, Mahiru datang ke kamar Amane untuk mengembalikan payung sekaligus merawat Amane yang berakhir demam gara-gara kehujanan.
Melihat kondisi kamar Amane yang seperti "kapal pecah" dan kebiasaan makannya yang sama sekali tak sehat, Mahiru yang sangat perhatian tidak bisa tinggal diam. Ia mulai rajin datang ke kamar Amane untuk memasakkan makanan bernutrisi, membersihkan ruangan, hingga mengurus kebutuhan harian Amane. Dari interaksi yang berawal dari rasa tanggung jawab dan kebaikan hati ini, kehangatan yang tak pernah mereka rasakan sebelumnya perlahan mulai tumbuh di antara keduanya.
Otonari no Tenshi-sama ni Itsunomanika Dame Ningen ni Sareteita Ken menyajikan kisah romansa manis khas slice of life yang sangat menenangkan. Hubungan Amane dan Mahiru berkembang secara perlahan (slow burn), alami, dan penuh kepedulian yang tulus. Buat kamu yang lagi butuh tontonan ringan yang bikin ketagihan, penuh momen wholesome, dan sukses bikin sugar rush, anime yang satu ini wajib banget masuk daftar tontonan kamu!