Setelah ketemu sama spesialis keanehan Izuko Gaen, anak kelas tiga SMA bernama Koyomi Araragi tiba-tiba bangun di tempat kosong yang aneh banget. Di sana, dia malah disambut sama sosok yang sangat dia kenal di tempat yang sama sekali nggak masuk akal.
Dibantu pacarnya, Hitagi Senjougahara, Araragi mencoba mengurai benang kusut masa lalu dan kerumitan masa kini buat nyari jawaban. Tapi, takdir malah mempertemukan dia lagi sama murid pindahan eksentrik, Ougi Oshino, yang datang bawa tawaran tak terduga yang bisa bikin hidup Araragi jungkir balik.
Sambil berusaha menguak misteri di balik sesosok penampakan, Araragi malah menemukan kenyataan pahit yang sebenarnya nggak boleh terungkap ke siapa pun.
Dunia Rakugo yang pudar perlahan bangkit kembali di tengah perubahan zaman era Showa. Seni bercerita tradisional ini bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan jiwa yang melankolis dan penuh tekanan. Tradisi kuno ini menjadi panggung bagi kisah cinta, pengkhianatan, dan ambisi.
Kini Yotaro, sang mantan napi yang telah menjadi master, berusaha keras menjaga warisan seni ini tetap hidup. Ia memikul tanggung jawab besar sambil berhadapan dengan ekspektasi tinggi masyarakat yang mulai melupakan akar budaya mereka di tengah modernisasi.
Di balik layar, Yakumo sang legenda hidup terus dibayangi masa lalu kelam yang menghantuinya. Hubungan rumit mereka yang penuh tensi antara guru dan murid menciptakan dinamika emosional yang menguras batin, mempertanyakan arti dedikasi dalam seni yang sekarat.
Sementara itu, Konatsu hadir sebagai sosok penggerak yang ambisius, berjuang melawan batasan gender demi mendapatkan pengakuan di dunia pria. Kehadirannya menantang status quo, membawa konflik batin yang mendalam bagi mereka yang terjebak dalam tradisi kaku.
Ketegangan memuncak saat rahasia masa lalu mulai terkuak, memaksa para seniman rakugo ini menghadapi kenyataan pahit. Inilah kisah dramatis tentang harga sebuah warisan dan bagaimana setiap karakter berusaha menemukan suara mereka di tengah desingan waktu yang kejam.
Tragedi berdarah mencapai puncaknya dalam bab penutup yang kelam ini. Setelah mengembalikan anggota tubuh sang penghisap darah, Koyomi Araragi kini harus menghadapi konsekuensi pahit dari keputusannya. Dunianya yang kini dipenuhi aura supernatural mulai terasa sangat menyesakkan.
Hubungan pelik antara Koyomi Araragi dan Kiss-Shot Acerola-Orion Heart-Under-Blade semakin meruncing. Sang vampir legendaris yang agung kini justru menjadi ancaman nyata. Kepercayaan mereka diuji di tengah pusaran rasa haus darah yang tidak bisa lagi dibendung.
Tsubasa Hanekawa tetap menjadi jangkar moral bagi sang pemuda di tengah kekacauan. Meski dirinya terjebak dalam bahaya, ia berusaha memahami sisi monster yang kini merasuki jiwa Koyomi Araragi. Perasaan mereka pun semakin bercampur aduk oleh takdir tragis.
Munculnya para pemburu vampir yang dingin semakin menambah tensi cerita. Koyomi Araragi terpojok dalam dilema moral antara menjaga kemanusiaannya atau memeluk kegelapan abadi. Pertempuran sengit ini bukan lagi soal bertahan hidup, melainkan perjuangan jati diri.
Ketegangan memuncak saat rahasia kelam masa lalu akhirnya terkuak secara brutal. Apakah Koyomi Araragi sanggup menanggung beban takdir yang kejam ini? Sebuah eksplorasi mendalam tentang pengorbanan, obsesi, dan harga yang harus dibayar demi cinta yang terlarang.
Pas masih bocah SD yang petakilan, Shouya Ishida selalu nyari cara ekstrem buat ngusir rasa bosannya, bahkan lewat cara yang kejam sekalipun. Pas ada murid pindahan tuna rungu bernama Shouko Nishimiya masuk ke kelasnya, Shouya dan anak-anak kelas lainnya malah ngejadiin keterbatasan Shouko sebagai bahan bully-an seru-seruan tanpa mikir panjang. Tapi keadaan berbalik 180 derajat pas ibu Shouko ngadu ke sekolah; Shouya malah dijadikan kambing hitam tunggal dan dituduh sebagai satu-satunya pelaku utama atas semua penderitaan Shouko.
Begitu Shouko terpaksa pindah sekolah lagi gara-gara trauma, gantian Shouya yang kena karma dan jadi sasaran empuk teman-teman sekelasnya. Dia dikucilkan secara brutal sepanjang sisa masa SD sampai SMP, sementara para guru cuma pura-pura gak tahu dan merem sebelah mata. Sekarang, pas udah duduk di bangku kelas tiga SMA, Shouya masih terus dihantui rasa bersalah dan penyesalan mendalam atas dosa-dosa masa kecilnya yang bikin dia sempat depresi dan menutup diri dari dunia luar.
Bener-bener nyesel sama kelakuan busuknya dulu, Shouya akhirnya memulai perjalanan buat menebus kesalahan: dia bertekad buat nyari keberadaan Shouko lagi demi minta maaf langsung secara tulus. Film ini bakal ngebawa kita ngelihat momen reuni mereka yang penuh haru, perjuangan keras Shouya buat dapet maaf dari Shouko, sekaligus usahanya buat berdamai dengan bayang-bayang masa lalu yang masih terus menghantui langkahnya!