Musim keempat ini kembali membawa penonton ke dalam dunia supranatural yang penuh emosi. Kehidupan Takashi Natsume semakin rumit saat ia harus menyeimbangkan interaksi dengan para yokai yang haus akan buku persahabatan warisan mendiang sang nenek.
Seiring waktu berjalan, ingatan masa kecil yang kelam mulai menghantui benak sang pemuda. Trauma masa lalu yang tersimpan rapat perlahan muncul kembali ke permukaan, memaksa dirinya untuk menghadapi luka batin yang selama ini ia coba kubur dalam-dalam.
Kehadiran Nyanko-sensei tetap menjadi penopang utama di kala bahaya mengintai. Sang roh kucing yang menyamar ini tak henti-hentinya memberikan perlindungan, sekaligus mempererat ikatan aneh namun tulus di antara keduanya di tengah rutinitas harian.
Sosok Reiko Natsume pun semakin sering muncul lewat kilas balik yang menyentuh hati. Misteri di balik kepribadian sang nenek yang tertutup kini mulai terungkap, memberikan pemahaman baru bagi cucunya mengenai alasan mengapa buku itu harus terus dijaga.
Puncak konflik emosional mencapai titik balik saat Natsume harus memilih antara masa depan atau keterikatan pada sejarah keluarganya. Perjalanan spiritual ini menguji keberaniannya untuk menerima kenyataan pahit demi menemukan arti persahabatan sejati.
Pas liburan musim panas di rumah kakeknya, Hotaru Takegawa yang masih enam tahun malah nyasar di hutan yang katanya dihuni sama roh-roh. Pas lagi nangis kebingungan, dia ketemu Gin, cowok misterius yang pakai topeng dan nawarin bantuan. Karena senang banget akhirnya ketemu orang, Hotaru langsung lari mau meluk Gin, tapi malah didorong kasar sama dia.
Ternyata, ada alasan serius kenapa Gin kayak gitu: dia kena kutukan ngeri. Kalau sampai dia tersentuh sama manusia, dia bakal hilang selamanya. Meskipun Gin sempat minta Hotaru buat jangan balik lagi, Hotaru malah nekat terus datang nemuin dia. Akhirnya, mereka pun jadi makin akrab meski situasinya serba susah karena batasan itu.
Seiring berjalannya waktu, perasaan di antara mereka mulai tumbuh makin dalam. Masalahnya, mereka jadi makin ngerasa tersiksa dengan batasan takdir yang bikin mereka nggak bisa bersentuhan, padahal rasa sayang di hati udah nggak bisa dibendung lagi.