Pas tahun ajaran udah mau kelar, ujian akhir pun tiba di Akademi Sihir Rigarden. Biarpun dia satu-satunya murid yang kagak punya bakat sihir sama sekali, Will Serfort tetep ambis buat dapet nilai sempurna di semua mata pelajaran. Target dia cuma satu: biar bisa naik ke Menara Penyihir dan kumpul lagi sama teman masa kecilnya yang udah jadi penyihir elite, Elfaria Albis Serfort. Sialnya, kerja keras Will langsung hancur berantakan gara-gara dia sengaja digagalin di ujian paling terakhir yang penilaiannya super tidak adil, bikin dia otomatis diskualifikasi buat masuk ke Menara.
Di waktu yang bersamaan, Elfaria dan para Magia Vander—lima penyihir paling OP di dunia—lagi sibuk ngelakuin ritual tahunan buat ngelindungin dunia dari ancaman makhluk langit (Celestial Hosts). Masalahnya, ritual ini bikin energi sihir para Magia Vander terkuras habis buat sementara waktu. Di momen kritis itulah, segerombolan besar pasukan monster mendadak muncul dan ngebantai para penyihir serta warga sipil secara brutal.
Parahnya lagi, para penyihir di akademi sama sekali gak bisa berkutik karena monster-monster itu bawa senjata khusus yang bisa nge-batalin segala jenis sihir (magic nullification). Pas semua orang udah pasrah dan putus asa, Will bareng keahlian pedangnya yang udah level dewa langsung maju ke garis depan. Tanpa modal sihir sedikit pun, Will justru jadi satu-satunya kunci dan harapan terakhir buat nge-carry umat manusia dan menghentikan invasi tersebut!
Meskipun statusnya sekarang udah jadi mahasiswa dengan masa depan yang cerah dan terjamin, Natsuki Haibara masih sering banget galau nyeselin masa-masa SMA-nya dulu. Pas SMA, Haibara ini adalah cowok yang kuper, insekyur, punya kecemasan sosial, plus berbadan gemuk. Semua usahanya buat sok asik dan nyari temen pas zaman itu berakhir gagal total dan zonk. Sampai suatu malam, Haibara berdoa khusyuk banget pengen dapet kesempatan buat ngulang masa remajanya—dan ajaibnya, pas bangun besok pagi, dia beneran time travel balik ke masa lalu sebelum hari pertama masuk SMA!
Gak mau nyia-nyiain kesempatan emas ini, Haibara langsung gerak cepat memanfaatkan waktu satu bulan sebelum masuk sekolah buat diet ketat dan olahraga biar badannya jadi proporsional. Pas hari pertama sekolah tiba, transformasi fisiknya sukses bikin impresi pertama yang bagus banget, sampai-sampai dia bisa langsung temenan sama sirkel anak-anak populer, termasuk Hikari Hoshimiya—cewek yang jadi cinta monyetnya dulu. Pas ketemu lagi, Haibara sadar kalau perasaannya ke Hoshimiya ternyata gak berubah sama sekali, makanya dia langsung pasang target baru di kehidupan keduanya ini: harus bisa jadian sama Hoshimiya!
Sambil asyik menikmati waktu main bareng Hoshimiya dan temen-temen barunya, Haibara juga mulai ngebakar lagi semangat masa mudanya dengan ikutan klub basket dan bahkan dapet kerjaan sampingan di kafe lokal. Tapi, punya sirkel pertemanan baru ternyata juga bawa drama dan masalah baru yang belum pernah dia hadapi di lini masa sebelumnya. Haibara pun harus putar otak buat nyelesaiin segala rintangan itu demi bisa menikmati masa remaja indahnya secara maksimal!
Medan perang Tiongkok kembali membara saat ambisi menyatukan negeri mulai mencapai titik didih. Skala peperangan makin brutal dengan taktik militer yang kian cerdik, memaksa setiap prajurit mengorbankan segalanya demi martabat kerajaan di tengah kekacauan besar.
Sosok Shin terus mengasah pedangnya untuk menapaki jalan menjadi jenderal besar. Di sisi lain, Ei Sei menghadapi tekanan politik domestik yang mencekik, berusaha memperkuat posisi sebagai raja di tengah ancaman pengkhianatan yang nyata.
Hubungan intens antara sang pemimpin muda dan pasukannya diuji dalam kampanye militer di wilayah Koku You. Mereka harus berhadapan dengan lawan yang licik, di mana strategi perang tidak hanya soal kekuatan otot, melainkan adu kecerdasan yang sangat fatal.
Kyou Kai hadir membawa ketenangan sekaligus ketajaman mematikan di tengah badai pertempuran. Perannya sangat krusial dalam menjaga formasi tim, sementara loyalitas dan ikatan batin antar prajurit menjadi fondasi kuat untuk bertahan hidup dari musuh.
Ketegangan memuncak saat ambisi besar bertemu dengan realita perang yang kejam. Apakah mereka sanggup bertahan di bawah tekanan moral dan fisik yang tak kenal ampun? Inilah kisah epik tentang kehormatan, keberanian, dan mimpi yang harus segera diwujudkan.