Rutinitas kerja yang gila membuat kehidupan Fushihara terasa begitu hampa dan melelahkan. Di tengah tekanan lembur yang tak kunjung usai, ia terjebak dalam siklus kelelahan kronis. Namun, takdir mempertemukannya dengan sesuatu yang tak terduga di kantornya.
Sesosok roh kecil nan menggemaskan bernama Yuurei-chan tiba-tiba muncul dan mulai mengusik dunianya yang suram. Makhluk supranatural ini tidak berniat menakuti, melainkan justru ingin memberikan perhatian hangat serta kenyamanan bagi si pekerja keras.
Sebagai seorang budak korporat, Fushihara awalnya merasa bingung dengan kehadiran entitas yang tidak kasatmata ini. Namun, interaksi mereka yang penuh kasih sayang perlahan mengubah perspektifnya tentang makna kebahagiaan sejati di tengah kesibukan.
Keduanya mulai membangun hubungan yang unik di mana batasan antara dunia manusia dan spiritual memudar. Kehadiran sang hantu kecil menjadi pelipur lara, memberikan dukungan emosional yang selama ini absen dari kehidupan sang karyawan yang tampak sangat sepi.
Drama menyentuh ini mengeksplorasi betapa berharganya sebuah kepedulian di tengah dunia yang kejam. Akankah ikatan mereka mampu menyembuhkan luka batin akibat tuntutan pekerjaan yang mencekik, atau justru membawa komplikasi baru yang lebih dalam dan emosional?
Dunia film yang gemerlap menyimpan sisi gelap dan keras bagi siapa saja yang ingin mencetak karya agung. Di Nyallywood, sebuah pusat industri perfilman, impian sering kali hancur sebelum sempat bersinar di layar lebar karena tuntutan pasar yang sangat kejam dan kompetitif.
Pompo adalah produser jenius yang sangat lihai dalam meracik film kelas B penuh aksi. Ia memiliki insting tajam untuk memuaskan penonton, namun kini ia merasa jenuh dan ingin menantang dirinya sendiri dengan menggarap proyek film yang benar-benar berbeda.
Gene Fini, asisten produser yang pendiam dan kutu buku, tiba-tiba diberi tanggung jawab besar oleh bosnya untuk menyutradarai naskah berjudul Meister. Ini adalah ujian berat bagi cowok yang lebih suka bersembunyi di balik bayang-bayang kantor.
Bekerja sama dengan Natalie Woodward, seorang aktris baru yang penuh ambisi namun sempat gagal dalam berbagai audisi, mereka berdua harus berjuang menghadapi tekanan produksi yang gila. Hubungan kreatif mereka menjadi kunci dalam mewujudkan visi artistik tersebut.
Proses kreatif yang melelahkan ini memaksa mereka berhadapan dengan ego serta batasan kemampuan masing-masing. Apakah mereka mampu mengorbankan segalanya demi satu mahakarya sinematik yang akan mengubah hidup mereka selamanya di industri film yang begitu dingin ini?