Dunia intrik kerajaan yang penuh dengan konspirasi gelap menjadi latar utama kisah ini. Di balik kemegahan istana, sebuah rencana jahat disusun untuk menjatuhkan mereka yang tidak bersalah. Kehancuran hidup seseorang dimulai dari sebuah fitnah yang kejam.
Connie adalah seorang gadis lugu yang dijebak dalam skandal besar hingga kehilangan segalanya. Hidupnya hancur berantakan setelah dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah ia lakukan, membawanya ke titik terendah dalam hidup yang penuh ketidakadilan.
Dalam keputusasaan, ia dipertemukan dengan sosok arwah penasaran bernama Scarlett. Sang mantan bangsawan yang dieksekusi sepuluh tahun lalu ini menawarkan aliansi tak terduga. Keduanya pun sepakat bekerja sama demi membalas dendam pada dalang sesungguhnya.
Hubungan mereka menjadi sangat unik, di mana Connie harus menjadi perantara bagi Scarlett yang kini tidak memiliki fisik. Mereka saling melengkapi, menggabungkan keberanian dan kecerdasan licik untuk menavigasi dunia politik yang sangat berbahaya.
Ketegangan meningkat seiring terungkapnya rahasia masa lalu yang mengejutkan. Apakah mereka mampu membersihkan nama baik dan menghancurkan musuh sebelum waktu habis? Pertarungan ini bukan sekadar dendam, melainkan perjuangan mengungkap kebenaran di balik topeng.
Hidup ini seharusnya tenang, namun bagi seorang siswa SMA, kesialan adalah sahabat karib yang enggan pergi. Genre komedi romantis ini membawa penonton ke dalam dinamika sekolah yang penuh tawa sekaligus getir, saat takdir membawa dua orang dengan dunia yang jauh berbeda untuk saling bertemu di koridor kelas yang tampak biasa saja.
Sosok Yano-kun adalah magnet bagi musibah. Setiap langkahnya selalu diikuti oleh kejadian ganjil yang menyakitkan, membuatnya menjadi penyendiri yang harus ekstra waspada setiap detik. Ia hidup dalam bayang-bayang kesialan abadi yang menghambat impiannya untuk sekadar merasakan hari-hari sekolah yang damai seperti teman sebayanya.
Di sisi lain, muncul Yoshida-san, seorang siswi yang punya rasa penasaran tinggi dan hati yang cukup besar. Ia mulai memperhatikan pemuda itu bukan karena iba, melainkan karena tertarik dengan perjuangan gigih yang dilakukan cowok tersebut untuk tetap berdiri tegak di tengah rentetan bencana yang selalu mengincar nyawanya setiap waktu.
Hubungan mereka berkembang lewat interaksi canggung namun manis, di mana perhatian sang gadis perlahan menjadi pelindung bagi si cowok malang. Kehadiran sosok penyabar ini membawa warna baru, mengubah trauma kesialan menjadi momen berharga yang tak terduga, sekaligus memicu percikan perasaan yang sulit untuk dipendam lebih lama lagi oleh keduanya.
Ketegangan memuncak saat kesialan tersebut mulai mengancam momen-momen penting di sekolah, memaksa mereka bekerja sama demi satu tujuan sederhana. Tema tentang keberanian menghadapi nasib buruk dan kekuatan ikatan emosional menjadi inti utama yang membuat penonton terjebak dalam dilema antara tawa dan rasa haru yang mendalam hingga akhir.