Attack on Titan: Final Season - The Final Chapters
2 Episode 1
Sinopsis
Gara-gara aksi Rumbling Eren Yeager yang mau meratakan dunia, teman-teman lama dan mantan musuhnya terpaksa harus nurunin ego buat bikin aliansi darurat. Armin, Mikasa, dan sisa-sisa anggota Pasukan Penyelidik akhirnya mutusin buat kerja sama bareng Reiner Braun serta sisa militer Marley yang masih hidup. Meski modal pasukan seadanya, aliansi gabungan ini nekat berangkat demi menghentikan genosida ekstrem si Eren, sambil tetep berharap—kalau bisa—buat nyelametin sahabat masa kecil mereka itu.
Di sisi lain, Eren yang terus maju nembus apa aja sebenernya lagi perang batin sama dirinya sendiri. Walaupun ngerasa nyesel dan bersalah setengah mati karena udah ngebantai jutaan orang gak berdosa, Eren tetep percaya kalau jalan horor ini adalah satu-satunya cara buat ngelindungin teman-temannya, dan dalam skala lebih gede, demi menyelamatkan seluruh bangsa Paradis dari kepunahan.
Sekarang, kedua kubu yang dulunya satu sirkel ini bergerak menuju bentrokan final yang bakal nentuin nasib umat manusia. Biarpun harus ngadepin ribuan Titan kuno yang kekuatannya gak ngotak, Mikasa, Armin, dan aliansinya tetep pasang badan di garis depan demi menghentikan kiamat buatan Eren!
Kaguya-sama: Love is War -The First Kiss That Never Ends-
1
Sinopsis
Musim dingin yang dingin menyelimuti Akademi Shuchiin, membawa perubahan suasana bagi para anggota OSIS. Setelah insiden festival budaya yang mengguncang hati, ketegangan romantis kini mencapai titik didih. Komedi romantis penuh taktik ini berubah menjadi drama emosional yang jauh lebih intens dan sangat jujur.
Kaguya Shinomiya terjebak dalam kebingungan batin setelah sebuah ciuman yang tak terduga memicu gejolak perasaan yang tak bisa lagi disembunyikan. Ia mencoba mempertahankan martabatnya, namun egonya kini bersaing ketat dengan hasrat yang mendalam di dalam lubuk hatinya.
Sementara itu, Miyuki Shirogane berusaha memahami makna di balik momen intim mereka. Sebagai ketua OSIS yang perfeksionis, ia berjuang menghadapi kerentanan pribadinya sendiri. Tekanan untuk menjadi sempurna membuat komunikasinya dengan sang pujaan hati menjadi sangat rumit.
Kehadiran Chika Fujiwara serta kawan-kawan lainnya tetap memberikan warna ceria di tengah konflik psikologis yang memanas. Namun, dinamika antara dua pemimpin yang saling menyukai ini mulai melampaui sekadar permainan cinta biasa menuju tahap komitmen yang lebih nyata.
Menghadapi kenyataan tentang perasaan masing-masing, mereka harus memilih antara mempertahankan harga diri atau meruntuhkan dinding pertahanan diri. Apakah keberanian untuk mengakui cinta akan menang, atau justru keraguan akan menghancurkan hubungan yang telah mereka bangun?