Sebuah kisah romansa komedi unik dimulai ketika seorang pemuda kaya mendambakan sosok pendamping yang sempurna. Ia memutuskan untuk menciptakan sebuah mahakarya mekanis, sebuah robot humanoid dengan wajah cantik yang dirancang khusus untuk melayaninya.
Sang protagonis pria, Rei, hidup dalam kesepian di balik kekayaan keluarganya. Ia menuangkan seluruh obsesi dan keterampilannya ke dalam proyek ambisius ini demi mewujudkan impian memiliki pasangan hidup yang tidak akan pernah meninggalkannya.
Tanpa diduga, hasil ciptaannya yang diberi nama Marie justru menunjukkan kepribadian yang jauh di luar ekspektasi teknis. Robot ini tidak hanya kaku menjalankan perintah, melainkan mulai menunjukkan emosi aneh yang membuat logika Rei jadi berantakan.
Ketegangan muncul saat robot itu mulai bereaksi layaknya manusia asli. Interaksi mereka pun berubah menjadi drama emosional yang intens, di mana batas antara mesin dan perasaan manusia perlahan kabur, memaksa keduanya mempertanyakan hakikat dari cinta.
Apakah ikatan yang terbangun ini nyata atau hanya simulasi program belaka? Kekacauan pun tak terelakkan ketika detak jantung buatan mulai menantang akal sehat, memicu konflik batin mendalam tentang arti kasih sayang di tengah dinginnya dunia teknologi.
WorldEnd: What do you do at the end of the world? Are you busy? Will you save us?
12 Episode 9
Sinopsis
Dunia telah hancur dan umat manusia sudah punah, menyisakan berbagai ras yang kini hidup melayang di pulau-pulau di atas awan. Ancaman monster misterius selalu mengintai, memaksa sisa peradaban untuk berjuang bertahan hidup di tengah keputusasaan yang tiada henti.
Willem Kmetsch adalah satu-satunya manusia yang selamat setelah membeku selama lima ratus tahun. Ia hidup tanpa tujuan hingga akhirnya bekerja di gudang senjata, tempat ia bertemu dengan sekelompok gadis muda yang memiliki nasib sangat tragis dan kelam.
Para gadis ini adalah senjata hidup bernama Leprechaun, termasuk Chtholly Nota Seniorious yang pemberani namun rapuh. Willem harus menjadi sosok figur ayah sekaligus mentor bagi mereka, berusaha memberi mereka kehidupan normal di tengah tugas perang.
Hubungan antara Willem dan Chtholly berkembang menjadi ikatan yang emosional dan mendalam. Mereka berdua harus menghadapi kenyataan pahit bahwa setiap pertempuran bisa menjadi akhir bagi hidup sang gadis, sementara Willem terjebak oleh trauma masa lalu yang berat.
Konflik batin dan takdir kejam terus membayangi keseharian mereka di gudang senjata. Akankah kasih sayang yang tumbuh di antara mereka cukup kuat untuk melawan kepunahan, atau justru menambah luka di tengah dunia yang perlahan hancur lebur ini?