Abis beres urusan Ujian Penyihir Kelas Satu, trio maut kita—Frieren si elf, Stark si petarung, dan Fern yang sekarang udah jadi penyihir kelas satu—akhirnya dapet izin buat masuk ke Dataran Tinggi Utara yang terkenal super bahaya. Sepanjang perjalanan mereka menuju Aureole (tempat jiwa-jiwa berkumpul), mereka harus berhadapan sama musuh-musuh yang makin kuat. Situasi ini maksa Stark buat ngelawan rasa inseskurisnya sendiri demi memantapkan mentalnya sebagai tameng utama di lini depan tim.
Di sisi lain, Fern makin menghargai setiap kemampuan dan hadiah yang dia dapetin selama hidupnya, di mana semua itu jadi pengingat manis tentang orang-orang yang dia sayangi. Sementara itu, Frieren masih setia sama janjinya buat lebih memahami manusia. Dia sering kali nostalgia, nginget-nginget lagi momen petualangannya bareng grup Pahlawan dulu, termasuk kenangan singkatnya saat ketemu sama sosok legendaris di masa lalu.
Melihat waktu yang terus berjalan, Frieren diam-diam sempat ragu dan nanya ke diri sendiri: "Gue sebenernya udah berubah belum, sih?" Tapi uniknya, dari setiap keputusan kecil dan sikap simpel yang dia ambil sekarang, kelihatan jelas kalau Frieren sebenernya udah jadi jauh lebih "manusiawi" dibanding dulu tanpa dia sadari sendiri. Perjalanan emosional mereka pun masih terus berlanjut!
Momo Ayase, cewek SMA populer yang lagi galau berat abis putus cinta, iseng-iseng bantuin cowok kuper di sekolahnya yang namanya Ken Takakura dari serbuan para bully. Eh, si Ken malah salah paham. Dia mengira Momo mau diajak temenan gara-gara punya hobi yang sama: terobsesi sama alien dan UFO. Padahal, Momo itu fannya hal-hal gaib kayak hantu atau kutukan, dan dia sama sekali nggak percaya sama alien.
Akhirnya, mereka berdua malah debat dan taruhan demi ngebuktiin teori siapa yang paling benar. Meskipun awalnya hobi berantem karena beda sekte keyakinan, Momo dan Ken malah jadi makin dekat. Hubungan mereka makin kompak setelah kejebak di berbagai pertempuran supernatural dan ketemu macam-macam hantu urban legenda yang aneh banget.
Apalagi pas mereka berdua mendadak dapet kekuatan super yang unik, mereka mau nggak mau harus saling melengkapi biar bisa selamat. Dari yang tadinya cuma rekan kerja bareng buat bertahan hidup, lama-lama mereka mulai mikir: "Ini kita cuma sekadar partner operasional, atau ada rasa yang tertinggal, ya?"