Dunia pasca perang yang hancur perlahan mencoba bangkit dari abu konflik berkepanjangan. Di tengah pemulihan ini, teknologi mesin pengetik mulai dikenal luas, membawa harapan baru bagi mereka yang sulit mengungkapkan perasaan jujur melalui secarik surat tulisan tangan.
Violet Evergarden adalah seorang mantan prajurit muda yang kehilangan tujuan hidup usai pertempuran berakhir. Ia dibesarkan sebagai senjata tanpa emosi, kini harus beradaptasi di lingkungan damai dan mencoba memahami arti kata-kata terakhir sang komandan.
Ditempatkan sebagai Auto Memory Doll, ia ditugaskan menulis surat untuk berbagai klien dengan latar belakang beragam. Di sana, ia bertemu Claudia Hodgins, pria yang membimbingnya agar bisa hidup normal sekaligus mengungkap misteri pesan cinta masa lalunya.
Gadis ini berjuang keras memahami kompleksitas hati manusia yang asing baginya. Setiap surat yang ia tulis menjadi cermin bagi jiwanya sendiri, memaksanya menghadapi trauma mendalam serta rasa kehilangan yang selama ini terkunci rapat di balik tatapan matanya.
Apakah mungkin bagi seseorang yang hanya mengenal medan perang untuk mengerti makna kasih sayang sejati? Perjalanan emosional yang menyayat hati ini akan menguji batas kemanusiaan, sekaligus mencari kehangatan di tengah luka sejarah yang belum sepenuhnya kering.