Abis berhasil menang dramatis melawan SMA Aoba Jousai, SMA Karasuno—yang dulunya sempat diejek sebagai "raksasa yang jatuh" atau "gagak yang gak bisa terbang"—akhirnya sukses melaju ke babak final Turnamen Musim Semi. Tapi, langkah mereka buat bisa dapet tiket ke turnamen nasional bener-bener dihadang tembok raksasa. Karasuno kudu wajib mengalahkan sekolah unggulan nomor satu, Akademi Shiratorizawa, yang terkenal sebagai raja terakhir di prefektur mereka.
Rintangan paling mematikan buat Karasuno adalah ace andalan Shiratorizawa, Wakatoshi Ushijima. Cowok ini bukan cuma pemain nomor satu di Prefektur Miyagi, tapi juga masuk dalam jajaran tiga besar ace terbaik di seluruh Jepang yang pukulannya setara monster. Cuma tim terkuat yang bisa lolos ke tingkat nasional, dan karena laga ini adalah kesempatan terakhir bagi anak-anak kelas tiga buat main di nasional, Karasuno gak punya pilihan selain ngeluarin semua modal teknik yang udah mereka pelajari selama kamp pelatihan kemarin.
Baku hantam di lapangan voli ini dipastikan bakal berjalan super menegangkan, penuh tensi, sekaligus bikin merinding. Berbekal kombinasi serangan cepat Hinata-Kageyama dan pertahanan solid yang digalang Tsukishima, Karasuno bakal berjuang mati-matian buat menumbangkan sang raja. Pertempuran antara sang gagak melawan burung elang putih pun resmi dimulai!
Pas masih bocah SD yang petakilan, Shouya Ishida selalu nyari cara ekstrem buat ngusir rasa bosannya, bahkan lewat cara yang kejam sekalipun. Pas ada murid pindahan tuna rungu bernama Shouko Nishimiya masuk ke kelasnya, Shouya dan anak-anak kelas lainnya malah ngejadiin keterbatasan Shouko sebagai bahan bully-an seru-seruan tanpa mikir panjang. Tapi keadaan berbalik 180 derajat pas ibu Shouko ngadu ke sekolah; Shouya malah dijadikan kambing hitam tunggal dan dituduh sebagai satu-satunya pelaku utama atas semua penderitaan Shouko.
Begitu Shouko terpaksa pindah sekolah lagi gara-gara trauma, gantian Shouya yang kena karma dan jadi sasaran empuk teman-teman sekelasnya. Dia dikucilkan secara brutal sepanjang sisa masa SD sampai SMP, sementara para guru cuma pura-pura gak tahu dan merem sebelah mata. Sekarang, pas udah duduk di bangku kelas tiga SMA, Shouya masih terus dihantui rasa bersalah dan penyesalan mendalam atas dosa-dosa masa kecilnya yang bikin dia sempat depresi dan menutup diri dari dunia luar.
Bener-bener nyesel sama kelakuan busuknya dulu, Shouya akhirnya memulai perjalanan buat menebus kesalahan: dia bertekad buat nyari keberadaan Shouko lagi demi minta maaf langsung secara tulus. Film ini bakal ngebawa kita ngelihat momen reuni mereka yang penuh haru, perjuangan keras Shouya buat dapet maaf dari Shouko, sekaligus usahanya buat berdamai dengan bayang-bayang masa lalu yang masih terus menghantui langkahnya!